Banner Pajak

FKM Unhas dan UiTM Siapkan Riset Bersama

FKM Unhas dan UiTM Malaysia memperkuat kerja sama akademik melalui empat agenda, yakni riset bersama, konferensi bersama, pertukaran dosen, dan student exchange. Kedua kampus juga menyiapkan kerja sama yang lebih terstruktur melalui MoU dan MoA.

FKM Unhas
PERTEMUAN. Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin memperkuat jejaring akademik internasional melalui penjajakan kolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. (foto:ist)

INSPIRASINUSANTARA.ID — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin memperkuat jejaring akademik internasional melalui penjajakan kolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kedua institusi membahas sejumlah program yang dapat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya akademik.

Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran pimpinan dan akademisi FKM Unhas dengan perwakilan UiTM. Agenda pembahasan mengarah pada bentuk kerja sama yang lebih konkret, terutama melalui riset bersama, konferensi, pertukaran dosen, dan pertukaran mahasiswa.

Dekan FKM Unhas Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., mengatakan kerja sama internasional perlu menghasilkan kegiatan akademik yang nyata. Karena itu, FKM Unhas ingin mengembangkan hubungan dengan UiTM melalui empat ruang kolaborasi utama.

“Kolaborasi internasional yang kita bangun harus dapat diterjemahkan menjadi kegiatan akademik yang nyata. Karena itu, kita ingin mengembangkan kerja sama melalui join research, termasuk peluang co-funding, kemudian join conference, lecture exchange, dan student exchange,” ujar Ansariadi.

Menurut dia, empat bentuk kerja sama tersebut dapat menjadi fondasi hubungan akademik yang berkelanjutan. Selain memperluas jaringan, program itu juga dapat meningkatkan kualitas interaksi FKM Unhas dengan perguruan tinggi mitra di tingkat internasional.

Empat Agenda Jadi Fokus Kolaborasi

FKM Unhas dan UiTM membahas empat bentuk kerja sama yang berpotensi segera dikembangkan. Pertama, kedua institusi dapat menjalankan join research atau penelitian bersama.

Riset bersama membuka peluang bagi dosen dan peneliti dari kedua kampus untuk menggabungkan keahlian serta sumber daya. FKM Unhas juga melihat peluang co-funding agar penelitian dapat memiliki dukungan pendanaan yang lebih kuat.

Kedua, kedua kampus dapat mengembangkan join conference. Program tersebut dapat mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dalam forum ilmiah yang melibatkan kedua institusi.

Selanjutnya, kerja sama dapat mencakup lecture exchange. Melalui skema tersebut, dosen dari Unhas dan UiTM dapat saling mengisi kegiatan akademik di institusi mitra.

Agenda keempat adalah student exchange. Program pertukaran mahasiswa dapat memberikan pengalaman akademik lintas negara sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai sistem pendidikan dan lingkungan keilmuan di Malaysia.

Empat agenda itu saling melengkapi. Riset menghasilkan pengetahuan baru, konferensi menjadi ruang pertukaran hasil penelitian, sedangkan pertukaran dosen dan mahasiswa memperkuat interaksi akademik secara langsung.

Hubungan Unhas dan UiTM Bukan Hal Baru

Wakil Dekan III FKM Unhas Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Prof. Yahya Thamrin, SKM., M.Kes., MOHS., Ph.D., menjelaskan hubungan antara Unhas dan UiTM sebenarnya sudah berjalan sebelumnya.

Namun, pelaksanaannya masih terbatas pada beberapa kegiatan. Salah satunya berupa benchmarking mahasiswa serta keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi di UiTM.

“Kerja sama dengan UiTM sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya. Namun, implementasinya masih terbatas pada beberapa kegiatan,” jelas Yahya Thamrin.

Karena itu, FKM Unhas ingin meningkatkan hubungan tersebut melalui kesepakatan kelembagaan yang lebih kuat. Langkah tersebut akan membuat kerja sama tidak hanya bergantung pada kegiatan tertentu, tetapi memiliki kerangka yang lebih jelas.

“Ke depan, hubungan ini akan kita tingkatkan ke dalam bentuk agreement yang lebih kuat dan terstruktur,” lanjutnya.

Rencana tersebut kemudian mengarah pada penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) antarinstitusi. Setelah itu, kedua pihak dapat menurunkannya ke dalam Memorandum of Agreement (MoA) untuk mengatur program yang lebih spesifik.

MoU dan MoA Jadi Dasar Program

MoU akan menjadi kerangka umum bagi kerja sama FKM Unhas dan UiTM. Sementara itu, MoA dapat mengatur pelaksanaan kegiatan tertentu secara lebih operasional.

Model tersebut memberi ruang bagi kedua institusi untuk menyusun program berdasarkan kebutuhan. Misalnya, kerja sama riset dapat memiliki dokumen pelaksanaan tersendiri yang memuat fokus penelitian, tim, pembiayaan, hingga bentuk luaran.

Begitu pula dengan student exchange. Program pertukaran mahasiswa membutuhkan aturan yang jelas mengenai peserta, periode pertukaran, kegiatan akademik, serta pengakuan kegiatan studi.

Karena itu, penyusunan kesepakatan menjadi tahap penting sebelum berbagai agenda berjalan lebih luas. FKM Unhas dan UiTM dapat menyepakati prioritas secara bertahap sesuai kapasitas masing-masing.

Pendekatan tersebut juga membuat kerja sama lebih terukur. Setiap kegiatan dapat memiliki target dan bentuk evaluasi yang jelas sehingga hubungan kedua institusi tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen.

Kepakaran Nutrisi Buka Peluang Riset

Kolaborasi FKM Unhas dan UiTM juga memiliki peluang kuat dalam bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat. Prof. Madya Dr. Syahrul Bariah Binti Abdul Hamid dari Fakulti Sains Kesihatan UiTM Cawangan Selangor, Kampus Puncak Alam, memiliki kepakaran di bidang nutrisi dan dietetik.

Sementara itu, FKM Unhas memiliki sumber daya akademik yang kuat dalam bidang kesehatan masyarakat. Salah satunya terlihat dari keterlibatan Prof. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D., yang merupakan Guru Besar bidang gizi.

Pertemuan dua bidang kepakaran tersebut membuka peluang untuk menyusun tema riset yang lebih luas. Penelitian tidak hanya dapat melihat persoalan dari sisi nutrisi dan dietetik, tetapi juga menghubungkannya dengan isu kesehatan masyarakat.

Perspektif tersebut penting karena masalah gizi tidak berdiri sendiri. Kondisi masyarakat, perilaku, lingkungan, akses terhadap pangan, serta layanan kesehatan dapat ikut memengaruhi persoalan nutrisi.

Karena itu, kolaborasi lintas keahlian dapat menghasilkan pertanyaan penelitian yang lebih komprehensif. Peneliti dari kedua institusi juga dapat mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat di Indonesia dan Malaysia.

Pertukaran Mahasiswa Jadi Pengalaman Akademik

Rencana student exchange menjadi salah satu agenda yang menarik bagi mahasiswa. Pertukaran tersebut dapat memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti lingkungan akademik di negara lain.

Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di ruang kuliah. Mereka juga dapat mengenal pendekatan penelitian, budaya akademik, serta cara institusi mitra mengembangkan program kesehatan.

Bagi FKM Unhas, pengalaman tersebut dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi lingkungan kerja dan akademik yang semakin terbuka. Sementara itu, UiTM dapat memperoleh kesempatan yang sama melalui interaksi dengan mahasiswa Unhas.

Lecture exchange juga dapat melengkapi program tersebut. Kehadiran dosen dari institusi mitra dapat memperkaya materi pembelajaran dan memperkenalkan perspektif baru kepada mahasiswa.

Jika berjalan secara berkelanjutan, pertukaran dosen dan mahasiswa dapat menciptakan jaringan akademik yang lebih kuat. Hubungan tersebut juga dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian atau kegiatan ilmiah lainnya.

Kolaborasi Menuju World-Class University

Penguatan hubungan dengan UiTM menjadi bagian dari agenda FKM Unhas untuk memperluas jejaring internasional. Kerja sama tersebut juga mendukung upaya Universitas Hasanuddin membangun reputasi sebagai perguruan tinggi berorientasi global.

Bagi kedua institusi, hubungan internasional tidak cukup hanya dengan menjalin komunikasi antarpimpinan. Kolaborasi perlu menghasilkan aktivitas akademik yang memberi manfaat bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan institusi.

Karena itu, empat agenda yang dibahas memiliki posisi strategis. Join research dapat memperkuat produktivitas ilmiah. Join conference memperluas ruang diseminasi pengetahuan. Lecture exchange dan student exchange memperkuat mobilitas akademik.

Selain itu, kerja sama dapat berkembang sesuai kebutuhan kedua pihak. Setelah kerangka MoU dan MoA terbentuk, institusi dapat menentukan program prioritas dengan lebih terarah.

Dari Hubungan Kelembagaan ke Program Nyata

Pertemuan FKM Unhas dan UiTM menunjukkan upaya kedua institusi untuk meningkatkan hubungan yang sebelumnya sudah berjalan secara terbatas. Kini, kedua pihak ingin membawa kerja sama tersebut ke tahap yang lebih terstruktur.

Riset bersama menjadi salah satu peluang utama karena kedua institusi memiliki sumber daya akademik yang dapat saling melengkapi. Bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat juga menyediakan ruang luas untuk mengembangkan penelitian lintas negara.

Pada saat yang sama, konferensi bersama dapat memperluas forum pertukaran gagasan. Pertukaran dosen dan mahasiswa kemudian dapat memperkuat hubungan pada level akademik yang lebih langsung.

Namun, keberhasilan kerja sama akan bergantung pada implementasi setelah kesepakatan kelembagaan terbentuk. MoU dan MoA perlu diterjemahkan menjadi program yang memiliki jadwal, target, peserta, serta hasil yang jelas.

Dengan pendekatan tersebut, hubungan FKM Unhas dan UiTM tidak berhenti pada kerja sama formal. Kedua institusi dapat membangun jaringan akademik yang terus berkembang dan menghasilkan manfaat nyata.

Bagi FKM Unhas, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju visi world-class university. Sementara bagi UiTM, kolaborasi dengan Unhas membuka ruang untuk memperluas jejaring akademik dan penelitian di Indonesia.

Pada akhirnya, kerja sama internasional akan memiliki nilai ketika mampu mempertemukan keahlian, memperluas pengalaman mahasiswa, dan menghasilkan pengetahuan baru. FKM Unhas dan UiTM kini menyiapkan fondasi untuk membawa hubungan tersebut ke tahap yang lebih konkret melalui riset bersama, konferensi, pertukaran dosen, dan student exchange. (sal/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *