Sulsel  

Sekolah Rakyat Sulsel Bertambah, Akses Pendidikan Diperluas

Sebanyak sembilan Sekolah Rakyat telah beroperasi di Sulawesi Selatan, sementara tujuh lainnya masih dibangun. Program ini ditujukan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat Sulsel
BERDAMPAK. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberi sambutan pada peringatan satu tahun Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan Hari Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).

INSPIRASINUSANTARA.ID — Keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu hambatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang berkelanjutan. Pemerintah memperluas akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat, termasuk di Sulawesi Selatan yang kini memiliki sembilan sekolah beroperasi dan tujuh lainnya dalam tahap pembangunan.

Pengembangan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesempatan belajar bagi kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan dukungannya terhadap program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial tersebut.

Dukungan itu disampaikan dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan Hari Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).

Menurut Andi Sudirman, Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Sembilan Sekolah Rakyat Sulsel Sudah Beroperasi

Pengembangan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan saat ini mencakup 16 sekolah, terdiri atas sembilan yang telah beroperasi dan tujuh lainnya masih dalam proses pembangunan.

Penambahan fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang dirancang pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus pembinaan karakter peserta didik.

Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, penyediaan akses pendidikan melalui program pemerintah berpotensi mengurangi hambatan biaya yang selama ini memengaruhi keberlanjutan sekolah anak.

Namun, keberadaan sekolah belum secara otomatis menjamin seluruh anak yang membutuhkan dapat terlayani.

Jangkauan program tetap bergantung pada kapasitas penerimaan siswa, ketersediaan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, serta mekanisme penentuan calon peserta didik.

Sekolah Rakyat Diharapkan Perluas Kesempatan Anak Miskin

Gubernur Andi Sudirman menilai program Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu faktor yang dapat membantu generasi muda mengembangkan kemampuan dan memperluas pilihan masa depan.

Program ini juga dipandang sejalan dengan upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Atas nama Pemprov Sulsel, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan jajaran yang telah menginisiasi dan melaksanakan program ini untuk Generasi Emas 2045,” ujar Andi Sudirman.

Ia berharap peserta didik Sekolah Rakyat tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan.

“Ini sangat luar biasa, menyekolahkan anak amalan yang luar biasa, memberikan derajat yang lebih baik di masyarakat. Suatu waktu 50 tahun ke depan atau 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin dan presiden dari SR,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan harapan pemerintah daerah terhadap dampak jangka panjang program pendidikan bagi mobilitas sosial masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan program dalam meningkatkan kesejahteraan peserta didik memerlukan pengukuran berkelanjutan, termasuk capaian pembelajaran dan keberlanjutan pendidikan setelah siswa menyelesaikan sekolah.

Pemerataan Pendidikan Butuh Dukungan Fasilitas dan Pengajar

Perluasan Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah untuk menjawab kesenjangan kesempatan pendidikan yang berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Namun, pembangunan fasilitas sekolah merupakan bagian awal dari penyelenggaraan layanan pendidikan.

Keberhasilan program juga membutuhkan tenaga pendidik yang memadai, sarana pembelajaran, dukungan pengasuhan, serta lingkungan pendidikan yang aman bagi peserta didik.

Dalam model pendidikan berasrama, aspek kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pendampingan perkembangan anak juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan sekolah.

Selain itu, proses penerimaan siswa perlu memastikan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program memperoleh informasi dan kesempatan yang sesuai dengan ketentuan.

Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Sekolah Rakyat

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan akan terus mendukung pengembangan Sekolah Rakyat melalui kerja sama dengan pemerintah pusat.

Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas pelaksanaan program tersebut.

“Kami ingin mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Mensos RI yang telah berkenan melaksanakan kegiatan ini di Sulsel,” katanya.

Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pengembangan fasilitas dan penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di Makassar mengangkat tema Satu Indonesia, Sejuta Cita-cita.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hasan Chabibie, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, serta Rektor Universitas Pertahanan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho.

Tujuh Sekolah Baru Diharapkan Perluas Jangkauan Pendidikan

Pembangunan tujuh Sekolah Rakyat tambahan menjadi bagian dari rencana perluasan layanan pendidikan di Sulawesi Selatan.

Jika seluruh sekolah tersebut selesai dan mulai beroperasi, jumlah Sekolah Rakyat di provinsi ini akan mencapai 16 unit.

Penambahan sekolah berpotensi meningkatkan kapasitas layanan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, meskipun jumlah penerima manfaat masih bergantung pada daya tampung masing-masing sekolah.

Bagi masyarakat, manfaat program akan lebih mudah dinilai apabila pemerintah menyampaikan informasi mengenai sebaran lokasi sekolah, jumlah siswa yang diterima, dan perkembangan pembangunan fasilitas.

Keterbukaan informasi tersebut juga penting agar keluarga yang memenuhi kriteria dapat mengetahui peluang pendidikan yang tersedia.

Dengan demikian, pengembangan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya jumlah fasilitas pendidikan, tetapi juga dengan kemampuan program menjangkau anak-anak yang membutuhkan serta memastikan mereka memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. (*/IN)

Banner Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *