MAKASSAR,inspirasinusantara.id-Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada 12–14 Mei 2026. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di beberapa daerah rawan.
Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Luwu Utara, Luwu Timur, Enrekang, Pinrang, Wajo, Sidrap, Bone, Sinjai, Bulukumba, Maros, Gowa, hingga Kepulauan Selayar. BMKG menyebut intensitas hujan dapat berubah secara dinamis dan berkembang dalam waktu singkat.
“Potensi hujan sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai karena dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” tulis BMKG Wilayah IV Makassar dalam peringatan dini cuaca yang dirilis pada Senin, 11 Mei 2026.
BMKG menilai wilayah pegunungan serta daerah dengan sistem drainase buruk menjadi kawasan yang paling rentan terdampak apabila hujan terjadi dalam durasi panjang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir lokal, genangan, longsor, hingga pohon tumbang.
Pada Selasa, 12 Mei, wilayah yang diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Enrekang, Pinrang, Bulukumba, Maros, dan Gowa. Sementara pada Rabu, 13 Mei, potensi hujan diperkirakan meluas ke Wajo, Sinjai, dan Kepulauan Selayar.
Adapun pada Kamis, 14 Mei, BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi terjadi di Luwu Timur, Luwu Utara, Enrekang, Sidrap, Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Gowa. Meski belum ada wilayah yang masuk kategori “Siaga” maupun “Awas”, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi cepat, terutama pada sore hingga malam hari.
BMKG secara tidak langsung menilai kondisi cuaca tersebut dapat memengaruhi aktivitas warga, perjalanan antardaerah, hingga sektor pertanian dan perikanan, khususnya di wilayah yang kerap mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir.
“Warga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dan menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana selama periode peringatan dini berlangsung,” tulis BMKG.
Sejumlah daerah yang berulang kali masuk status waspada juga dinilai memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap banjir dan longsor apabila curah hujan meningkat dalam beberapa hari ke depan.(wnd/IN)













