Banner Pajak

Padel Jadi Tren, Berapa Biaya Gaya Hidup Baru di Makassar?

Padel Makassar
MENARIK. Olahraga Padel di Makassar telah menjadi gaya hidup baru, salah satunya terlihat dari gambar ini yang menunjukan digemari seluruh kalangan. (foto:instagram)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Padel tidak lagi sekadar olahraga raket baru di Makassar. Dalam beberapa bulan terakhir, lapangan bermunculan di berbagai kawasan kota, komunitas tumbuh, dan pertandingan mulai rutin digelar.

Salah satu indikatornya terlihat dari SulawesiPos Pentas Padel 2026 yang melibatkan 16 tim dan sekitar 190 peserta di enam venue mulai 21 Agustus hingga 27 September 2026.  Pertumbuhan itu membuat padel perlahan masuk ke wilayah yang lebih luas: gaya hidup.

Orang datang bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga bertemu teman, membangun relasi, menghabiskan waktu setelah bekerja, lalu nongkrong sambil minum. Pertanyaannya kemudian sederhana: kalau padel menjadi hobi rutin, berapa sebenarnya biaya yang harus disiapkan?

Di Makassar, harga lapangan yang tersedia saat ini cukup beragam. Padel Arena Makassar, misalnya, tercantum mulai Rp125 ribu per sesi. Sementara Padel Reserve Makassar berada di kisaran Rp150 ribu per sesi, dan Super Padel CPI Makassar serta sejumlah venue lain berada pada kelas harga yang berbeda. Padel Qu, misalnya, tercantum mulai Rp265 ribu per sesi.

Karena permainan padel umumnya dimainkan empat orang, biaya lapangan biasanya dapat dibagi bersama. Jika menggunakan lapangan seharga Rp150 ribu, satu pemain membayar sekitar Rp37.500 untuk satu sesi apabila biaya dibagi rata empat pemain. Di sinilah biaya hobi mulai terlihat.

Misalnya seseorang bermain sekali seminggu atau empat kali dalam sebulan. Dengan harga lapangan Rp150 ribu per sesi, bagian pemain menjadi sekitar Rp37.500 sekali bermain atau Rp150 ribu per bulan.

Namun, bermain padel tidak berhenti pada biaya lapangan. Raket menjadi pengeluaran awal terbesar. Harga raket pemula hingga kelas menengah sangat beragam. Bullpadel Indiga CTR 2026, misalnya, tercantum sekitar Rp2,099 juta, sementara sejumlah raket lain berada di bawah maupun di atas angka tersebut. Di pasar 2026, raket padel bahkan bisa mencapai lebih dari Rp5 juta untuk model premium.

Artinya, orang yang baru mulai sebenarnya tidak harus langsung membeli raket mahal.

Dengan raket sekitar Rp2,1 juta, seseorang sudah memiliki perlengkapan utama untuk bermain. Bahkan di beberapa venue, penyewaan raket tersedia sehingga pemain pemula dapat mencoba olahraga ini sebelum mengeluarkan uang untuk membeli perlengkapan sendiri.

Pakaian juga menjadi bagian dari biaya ketika olahraga berubah menjadi gaya hidup. Official jersey SulawesiPos Pentas Padel 2026, misalnya, ditawarkan seharga Rp275 ribu.

Angka itu memang bukan harga seluruh pakaian padel di pasaran, tetapi memberikan gambaran bahwa apparel bisa menjadi biaya tambahan ketika pemain mulai memperhatikan perlengkapan dan penampilan. Lalu ada biaya yang sering tidak masuk hitungan awal: transportasi dan minuman.

Untuk membuat simulasi sederhana, anggap seorang pemain mengeluarkan Rp30 ribu untuk transportasi pulang-pergi setiap kali bermain dan Rp20 ribu untuk minuman setelah bermain. Kedua angka tersebut merupakan asumsi simulasi, bukan tarif resmi seluruh venue di Makassar.

Jika bermain empat kali sebulan, biaya transportasi menjadi Rp120 ribu dan minuman Rp80 ribu.

Dengan demikian, seseorang yang bermain empat kali sebulan dengan lapangan Rp150 ribu per sesi akan mengeluarkan sekitar Rp350 ribu per bulan untuk lapangan, transportasi, dan minuman.

Jika ditambah raket Rp2,099 juta dan satu jersey Rp275 ribu, pengeluaran awal menjadi sekitar Rp2,724 juta. Setelah perlengkapan dimiliki, biaya rutinnya jauh lebih rendah.

Dengan asumsi empat kali bermain dalam sebulan, pengeluaran rutin sekitar Rp350 ribu tadi berarti Rp4,2 juta setahunjika pola bermain tetap sama.

Namun, angka tersebut terlalu tinggi jika transportasi dan minuman tidak selalu dikeluarkan sebesar asumsi tadi. Sebaliknya, biaya bisa jauh lebih tinggi jika pemain memilih venue premium, bermain lebih sering, membeli sepatu khusus, mengganti bola dan grip, menggunakan pelatih, atau mengikuti turnamen.

Karena itu, cost of hobby padel sebenarnya tidak memiliki satu angka. Untuk pemain kasual yang hanya sesekali bermain, biaya bisa ditekan dengan menyewa raket dan membagi lapangan bersama tiga pemain lain.

Untuk pemain rutin, pengeluaran mulai terdiri dari lapangan, transportasi, minuman, perlengkapan dan apparel.

Sedangkan bagi pemain yang menjadikan padel sebagai bagian dari gaya hidup, biaya dapat bertambah melalui membership, coaching, turnamen, sepatu, tas, raket premium dan aktivitas sosial setelah bermain.

Soal membership, beberapa venue Makassar memang menyediakan paket membership melalui platform pemesanan, tetapi harga membership tidak selalu ditampilkan secara terbuka pada halaman publik yang tersedia. Karena itu, biaya membership tidak saya masukkan ke dalam simulasi agar tidak menciptakan angka yang tidak terverifikasi.

Fenomena ini memperlihatkan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar olahraga. Padel memiliki struktur biaya yang membuatnya mudah dimulai secara patungan, tetapi bisa menjadi cukup mahal ketika dimainkan secara rutin dan dilengkapi perlengkapan pribadi.

Dengan lapangan Rp150 ribu yang dibagi empat, seseorang hanya membayar Rp37.500 untuk satu sesi. Angka itu terlihat relatif ringan.

Tetapi ketika ditambah transportasi Rp30 ribu dan minuman Rp20 ribu, satu kali bermain menjadi sekitar Rp87.500. Empat kali dalam sebulan menjadi Rp350 ribu.

Setahun menjadi sekitar Rp4,2 juta, belum termasuk raket, pakaian, sepatu, membership, coaching, turnamen, dan pengeluaran lain.

Itulah yang disebut cost of hobby: bukan hanya harga tiket untuk masuk ke lapangan, tetapi seluruh biaya yang mengikuti kebiasaan tersebut. Dan ketika padel mulai menjadi rutinitas mingguan, olahraga tersebut berubah dari aktivitas sesekali menjadi bagian dari anggaran gaya hidup.

Makassar sendiri menunjukkan tanda-tanda bahwa ekosistemnya sedang berkembang. Saat ini terdapat sejumlah venue seperti Vela Padel, CORE PADEL MAKASSAR, Smashlab Padel & Tennis Court, Celebes Padel Hub, hingga Padelhood Makassar yang menunjukkan semakin beragamnya pilihan tempat bermain di kota ini.

Turnamen SulawesiPos Pentas Padel 2026 kemudian memperlihatkan bahwa pertumbuhan tersebut tidak hanya terjadi pada sisi bisnis lapangan. Ada komunitas dan pasar pemain yang mulai terbentuk. Kompetisi ini melibatkan 16 tim dan sekitar 190 peserta di enam venue.

Maka, pertanyaan tentang padel bukan lagi hanya “olahraga apa ini?”

Pertanyaannya mulai bergeser menjadi: “berapa biaya yang harus saya keluarkan kalau ingin menjadikannya bagian dari gaya hidup?” Dalam simulasi sederhana, jawabannya sekitar Rp350 ribu per bulan untuk bermain empat kali, jika satu sesi lapangan Rp150 ribu dibagi empat, ditambah asumsi transportasi dan minuman. Untuk tahun pertama, tambahkan sekitar Rp2,374 juta untuk satu raket Bullpadel Indiga CTR 2026 dan satu jersey Rp275 ribu, sehingga total simulasi mencapai sekitar Rp6,574 juta.

Angka itu belum memasukkan membership, sepatu, coaching dan turnamen.

Jadi, padel memang bisa dimulai dengan biaya patungan yang relatif ringan. Tetapi ketika menjadi rutinitas, cost of hobby-nya mulai terasa seperti pos baru dalam anggaran gaya hidup. (*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *