Prodi Ilmu Komunikasi UMI Maksimalkan Promosi Gaet Calon Maba di Pameran LLDIKTI IX

IN, MAKASSAR- Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muslim Indonesia (UMI) memanfaatkan momentum Pameran Pendidikan dan Inovasi Perguruan Tinggi Sulawesi Education & Techno Expo 2025 untuk menjaring calon mahasiswa baru (Maba). Pameran ini digelar LLDIKTI Wilayah IX di Hotel Claro Makassar, Selasa-Kamis 21-23 Januari 2025.

“Pengunjung expo ini banyak dari kalangan siswa SMA terutama pelajar di tingkat akhir yang bersiap lanjut ke perguruan tinggi. Ini yang tentu disasar untuk promosi,” ungkap Sekretaris Tim Promosi Prodi Ilkom UMI Mahfudhah Afiah Maladi S.I.Kom.,M.I.Kom. kepada media, Kamis (23/01/2025).

Mahfudah menambahkan tim dosen muda memberikan informasi mengenai berbagai keunggulan yang didapatkan jika melanjutkan pendidikan di Prodi Ilkom UMI. Seperti kurikulumnya yang adaptif, dosen-dosen yang berkompeten dan ditunjang dengan fasilitas yang cukup lengkap.

“Jadi dengan memilih kuliah di Prodi Ilkom UMI, mereka akan bisa menggali dan mengembangkan potensi terbaiknya. Dengan berbagai pilihan konsentrasi seperti Jurnalistik, Public Relations, Broadcasting dan Manajemen Komunikasi,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMI Dr Zelfia S.IP.,MM.,M.Sos.I menambahkan Prodi Ilkom UMI terus berinovasi untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga punya keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam industri komunikasi yang terus berkembang.

“Dengan berbagai keunggulan ini, Prodi Ilmu Komunikasi UMI siap mencetak profesional komunikasi yang kompeten dan siap bersaing,” tuturnya.

Meskipun termasuk salah satu prodi favorit di UMI, Zelfia menuturkan biaya kuliah di Prodi Ilkom UMI relatif terjangkau dan bahkan bisa diangsur. Pendaftaran tahun ini dibuka hingga 14 Agustus 2025 nanti.

“Jadi jangan lewatkan kesempatan ini dan mari bergabung bersama kami, kuliah di Prodi Ilkom UMI yang punya tagline Keren dan Selalu Keren,” pungkasnya. (*/IN)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Teliti 8 Isu Perkotaan di Makassar, Tawarkan Solusi Berbasis Data

IN, MAKASSAR- Sebanyak 76 mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) menggelar riset opini publik tentang problem perkotaan yang sering terjadi di Kota Makassar. Riset ini dilakukan dengan mengacu pada suvey yang mengidentifikasi 8 top isu versi masyarakat.

Riset ini merupakan implementasi mata kuliah opini publik dan pencitraan. Riset bertujuan meningkatkan kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap problem sosial perkotaan di Makassar. Selain itu untuk memetakan beberapa isu yang menjadi persoalan berulang setiap Walikota.

Sejumlah isu yang menjadi fokus riset seperti persoalan anak jalanan, gelandangan dan pengemis, fenomena Pak Ogah, parkir liar, kemacetan, persoalan sampah dan minimnya budaya bersih masyarakat hingga persoalan banjir dan air bersih.

Muhammad Idris yang bertindak sebagai Dosen pendamping menjelaskan, riset ini dilakukan selama 3 bulan mulai November 2024 hingga Januari 2025. Mereka dibagi dalam 8 kelompok tim riset. Lebih dari 1000 responden masyarakat dari berbagai kecamatan di Kota Makassar dilibatkan dalam penelitian ini.

Dengan adanya riset ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga dapat berkontribusi secara langsung dalam memberikan solusi bagi setiap masalah sosial yang ada di lingkungan mereka.

“Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemangku kebijakan di Kota Makassar untuk membuat program yang efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial berbasis skala prioritas,” jelas Idris.

Pengamat komunikasi publik ini meminta Walikota Makassar dan instansi terkait untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan semua komponen masyarakat termasuk pihak kampus khususnya dosen dan mahasiswa, komunitas, lembaga swadaya masyarakat dan komponen masyarakat lainnya.

Kolaborasi ini dapat berupa dialog, konsultasi, dan partisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja, termasuk soal riset opini publik.

Salah seorang periset, Tzamrah Uginayah berharap riset opini publik ini dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam membuat program kerja efektif.

Riset ini ungkap Tzamrah diharapkan membantu mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan ilmiah, berpikir kritis, dan analitis, sekaligus memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

“Riset yang kami lakukan semoga memberikan dampak signifikan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah sosial secara efektif. Hasil riset berbasis data dan rekomendasi berbasis ilmiah semoga mendukung pengambilan keputusan serta kebijakan publik yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Hal sama dikemukakan St Azzahra Fauziyah Malik. Dari riset ini, mahasiswa bisa tahu seberapa banyak masyarakat paham akan isu-isu yang terjadi saat ini. Ia juga berharap pemangku kepentingan lebih mendengar aspirasi masyarakat sehingga bisa mengambil keputusan bijak.

“Riset opini publik yang dilaksanakan sangat membantu saya sebagai mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman permasalahan sosial yang dapat meningkatkan penyadaran publik agar bisa memberikan program yang tepat untuk semua khalayak,” ujar Azzahrah.

Mahasiswa angkatan 2022 ini mengatakan, jika riset yang dilakukan memberikan gambaran yang jelas tentang permasalahan sosial yang ada, termasuk tren, frekuensi, dan dampaknya terhadap masyarakat.Riset ini membantu pemerintah untuk memprioritaskan masalah yang paling mendesak dan memerlukan perhatian segera.

Hasil riset memberikan rekomendasi konkret berdasarkan data yang terkumpul. Rekomendasi mencakup strategi pencegahan, intervensi, dan solusi jangka panjang yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah.

Dengan demikian, masyarakat dapat lebih aktif berpartisipasi dalam program pemerintah dan memberikan dukungan yang lebih besar terhadap kebijakan yang diambil. (*/IN)

Terpilih Aklamasi, Dosen Ilmu Komunikasi UMI Nakhodai Aspikom Korwil Sulselbar 2024-2027  

IN, MAKASSAR- Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr Abd Majid S.Sos.,M,Si terpilih secara aklamasi sebagai nakhoda baru Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Kordinator wilayah (Korwil) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) periode 2024-2027. Dr Abd Majid menggantikan Prof Muh Akbar, guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) yang telah menjabat dua periode.

Kesepakatan aklamasi ini setelah dua kandidat lain yang sebelumnya mencalonkan yakni Prof.Dr. H. Misbahuddin, M.Ag yang merupakan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Muhammad Bisyri., S.Ksi, M.I.Kom, Wakil Rektor III Universitas Fajar (Unifa) secara resmi memberikan mandat mereka kepada Dr Abd Majid untuk memimpin Aspikom Sulselbar.

Aklamasi ini menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan bukti kuatnya komitmen kolektif di antara para pimpinan 11 prodi yang tergabung di Aspikom Sulselbar. Dukungan penuh ini menunjukkan semangat kolektif untuk membawa Aspikom Sulselbar menjadi lebih maju dan relevan.

“Kepercayaan yang diberikan kepada saya adalah amanah untuk membangun sinergi yang lebih solid di antara perguruan tinggi ilmu komunikasi anggota Aspikom Sulselbar,” ungkap Ketua terpilih Dr Abd Majid usai pemilihan yang digelar di Aula Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) UMI, Rabu (18/12/2024).

Wakil Dekan III FSIKP UMI ini juga meneguhkan komitmennya untuk mengajak semua anggota Aspikom Sulselbar untuk saling berkolaborasi memajukan lembaga. Selain itu, sejumlah program kerja segera disiapkan untuk membuat nama Aspikom Sulselbar makin menggaung.

“Dengan prinsip sinergi, kolaborasi, partisipatori dan responsif, kita sama-sama ingin Aspikom Sulselbar makin menggeliat,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Aspikom Pusat Dr Alem Febri Sonni yang memimpin jalannya pemilihan berpesan agar ketua terpilih memberi warna baru untuk Aspikom Sulselbar. Setiap prodi diharapnya mencapai standarisasi yang dibutuhkan sehingga tidak ada ketimpangan kualitas antarprodi anggota Aspikom Sulselbar.

“Kewajiban kita nanti saling support. Tidak ada gap terlalu jauh antarprodi. Sehingga mahasiswa ataupun alumni memiliki kompetensi yang sama. Euforia ketua terpilih ini diharap membawa warna baru,” tukasnya.

Untuk diketahui, pemilihan ini digelar secara hybrid. Format hybrid yang memadukan pertemuan luring dengan partisipasi daring melalui platform virtual sehingga memungkinkan kehadiran lebih banyak perwakilan dari berbagai perguruan tinggi anggota Aspikom Wilayah Sulselbar. (*/IN)

Tim Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Bluesi Raih Penghargaan Best Booth di WMK UMI 2024

IN, MAKASSAR- Program Wirausaha Merdeka (WMK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) 2024 resmi berakhir dengan melahirkan wirausaha-wirausaha muda kreatif dari. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra UMI berhasil meraih prestasi membanggakan pada program yang berlangsung selama tiga bulan tersebut.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMI, Dr Zelfia S.IP.MM.M.Sos.I memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tersebut dan sukses mencatatkan prestasi luar biasa.

Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah Bluesi, sebuah produk es bunga telang kekinian. Tim ini beranggotakan lima mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI antara lain Ica Lestari, Indah Aryana, Intan Adliah, A. S.T. Nur Azizah, dan Muthiah Haerati ini berhasil meraih penghargaan Best Booth pada ajang WMK SparkU UMI 2024.

Dari empat kategori penghargaan yang diperebutkan, tim Bluesi masuk dalam nominasi Best Pitching, Best Video, dan berhasil memenangkan kategori Best Booth. Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 40 tim dari berbagai fakultas di UMI.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Hasil ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi luar biasa dari seluruh anggota tim. Bluesi kami formulasi agar menarik untuk Gen Z, baik dari segi rasa maupun kemasan,” ujar Muthiah Haerati, Ketua Tim Bluesi.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim Bluesi, Izki Fikriani Amir, mengaku haru dan bangga atas keberhasilan tim bimbingannya. “Peran saya sebagai DPL adalah membimbing dan memonitor kegiatan mahasiswa dari awal hingga akhir program, serta berkoordinasi dengan mentor dan pakar. Pencapaian ini sangat membanggakan,” ungkapnya.

Selain Bluesi, tim Teraloop yang juga berasal dari Ilmu Komunikasi UMI sukses meraih penghargaan Best Video pada WMK UMI 2024. Beberapa tim lain dari Ilmu Komunikasi, seperti Leha Coffee, C-Donut, dan Es Tebak Tembak, turut meramaikan program ini.

Dengan pencapaian ini, Ilmu Komunikasi UMI membuktikan komitmennya dalam mendukung mahasiswa untuk berinovasi dan berprestasi dalam dunia wirausaha.(*/IN) 

Ilmu Komunikasi UMI Benchmarking ke Universiti Malaya

IN, KUALA LUMPUR – Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kunjungan akademik ke Universiti Malaya, Selasa (19/11/2024). Universiti Malaya, yang berlokasi di Kuala Lumpur, menduduki peringkat ke-65 dunia berdasarkan The QS World University Ranking 2024.

Kunjungan ini dilakukan ke Departemen Pengajian Media dan Komunikasi (Department of Media and Communication Studies), Fakultas Sastra dan Ilmu Sosial Universiti Malaya. Delegasi UMI dipimpin oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Zelfia, M.M., M.Sos.I., serta diikuti oleh Wakil Dekan III Fakultas Sastra, Dr. Abd Majid, S.Sos.I., M.Si.; Sekretaris Prodi Ilkom, Dr. Ahdan, M.Si.; dosen senior, Dr. Hadawiah, M.Si.; serta perwakilan dosen muda, yaitu Nur Salwiyani Gani, Faathiyah Harun, dan Hijiriani.

Tujuan utama kunjungan ini adalah melakukan benchmarking sekaligus menjajaki kerja sama internasional. Rombongan UMI disambut langsung oleh Kepala Department of Media and Communication Studies, Associate Professor Dr. Amira Sariyati Firdaus, bersama dosen senior lainnya, termasuk Prof. Hamedi bin Muh Adnan.

Dalam sambutannya, Dr. Amira Sariyati Firdaus memaparkan keunggulan program akademik di Universiti Malaya, yang terus dikembangkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri media dan komunikasi.

“Program sarjana media dan komunikasi dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa dengan skema pembelajaran yang melibatkan kelas tatap muka, pembelajaran daring, tugas proyek, serta pelatihan industri. Mahasiswa menyelesaikan lima semester reguler, satu semester pendek, dan dua semester pelatihan industri. Saat ini, 70 persen mahasiswa program sarjana berasal dari luar negeri,” jelas Dr. Amira.

Menanggapi hal tersebut, Kaprodi Ilkom UMI Dr. Zelfia mengungkapkan adanya potensi kolaborasi antara kedua institusi, termasuk pengembangan kelas kolaborasi yang melibatkan dosen senior dari masing-masing universitas.

“Riset kolaborasi dan program student mobility yang memungkinkan mahasiswa mengikuti praktik internasional selama dua minggu menjadi salah satu fokus kerja sama. Hal ini akan mendukung program internasionalisasi Prodi Ilmu Komunikasi UMI,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempererat kerja sama akademik antara Universitas Muslim Indonesia dan Universiti Malaya, sekaligus membuka peluang baru untuk pengembangan program pendidikan dan penelitian internasional. (*/IN)

Ilmu Komunikasi UMI Buka Pendaftaran dengan Biaya Kuliah Terjangkau dan Banyak Kemudahan

IN, MAKASSAR — Bagi kamu calon mahasiswa yang masih bingung memilih jurusan kuliah, program studi (prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muslim Indonesia (UMI) bisa jadi pilihan. Biayanya kuliahnya terjangkau dan bisa diangsur.

“Tak perlu khawatir dengan biaya kuliah di Prodi Ilkom UMI karena relatif terjangkau,” ungkap Kaprodi Ilkom UMI, Zelfia S.IP MM M.Sos.I kepada media, Jumat (12/7/2024).

Zelfia menuturkan prodi Ilkom UMI tahun ini kembali membuka penerimaan mahasiswa baru dengan empat pilihan konsentrasi. Antara lain jurnalistik, public relations, broadcasting dan manajemen komunikasi. Biaya kuliah (BPP) per semester hanya Rp 2,2 juta dan SPP Rp 5,35 juta yang dibayar sekali selama kuliah.

“Pendaftaran dibuka hingga 14 Agustus nanti. Tentu ini kesempatan bagi calon mahasiswa untuk bergabung di salah satu prodi favorit di UMI,” bebernya.

Menurutnya, lulusan prodi Ilkom UMI banyak diserap di berbagai sektor. Ini lantaran kurikulum yang diterapkan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja atau industri. Ini didukung dengan fasilitas dan dosen atau tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya masing-masing.

“Bagi yang ingin berkarier menjadi jurnalis, penyiar, presenter, MC, content creator, copywriter, YouTuber, public relations (PR) dan sebagainya maka Ilkom UMI bisa jadi pilihan. Keunggulan lain selain profesional, lulusan Ilkom UMI juga tentu berjati diri Islam. Jadi mari bergabung di Ilkom UMI,” pungkasnya. (*/IN)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Perkuat Pemahaman Tahap Produksi Siaran TV di iNews

IN, MAKASSAR — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan kegiatan company visit ke kantor iNews Makassar. Kunjungan ini untuk menambah wawasan mahasiswa terkait tahapan-tahapan produksi siaran TV.

Rombongan mahasiswa Prodi Ilkom UMI diterima secara langsung oleh Manager Sales Marketing iNews Makassar, Haryuna Rahman. Company visit ini sebagai salah satu bentuk kuliah lapangan untuk mata kuliah Investigatif Reporting.

BACA JUGA: Ilmu Komunikasi UMI Peringati Hari Masyarakat Telekomunikasi dan Informasi Sedunia dengan Beragam Kegiatan

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMI, Taufik Hasyim yang mendampingi para mahasiswa mengatakan bahwa kunjungan ke iNews Makassar ini bertujuan agar mahasiswa bisa mendapat pengalaman dan pengetahuan baru secara langsung. Terutama terkait proses produksi program berita di televisi.

“Mahasiswa bisa belajar bagaimana tahapan-tahapan produksi berita di televisi secara langsung. Mulai dai pra-produksi, produksi hingga post-production atau pasca-produksi. Termasuk melihat bagaimana prosesnya secara langsung di studio mini iNews Makassar,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (22/5/2024).

“Termasuk bagaimana ketika reporter harus live atau menyiarkan secara langsung dari lokasi. Juga bagaimana persiapan yang harus dilakukan ketika menjadi presenter program berita atau news anchor di studio,” sambungnya.

Taufik menambahkan, kunjungan ini juga dimaksudkan agar mahasiswa bisa mengetahui perkembangan terkini di industri media terutama penyiaran di era digital. Termasuk dengan hadirnya media sosial yang menjadi tantangan juga bagi industri televisi.

“Tantangan industri media saat ini tentu karena adanya media sosial yang seperti menjadi kiblat informasi saat ini. Industri media termasuk televisi tentu harus adaptif. Nah, ini yang kami ingin tahu bagaimana inovasi yang dilakukan iNews Makassar baik dari sisi redaksi maupun bisnisnya menghadapi persaingan dengan hadirnya banyak platform digital termasuk media sosial,” tuturnya. (*/IN)

Ilmu Komunikasi UMI Peringati Hari Masyarakat Telekomunikasi dan Informasi Sedunia dengan Beragam Kegiatan

IN, MAKASSAR — Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperingati Hari Masyarakat Telekomunikasi dan Informasi Sedunia secara khusus tahun ini. Ada beragam kegiatan yang digelar dengan mengangkat tema Communication Day.

Kepala Prodi (Kaprodi) Ilkom UMI, Zelfia S.IP,MM.M.Sos.I menuturkan Hari Masyarakat Telekomunikasi dan Informasi Sedunia diperingati pada 17 Mei setiap tahunnya.

BACA JUGA: Prodi Komunikasi UMI Kembali Gelar Event Tahunan Bertajuk “Be Creative, Be Communication”

Namun tahun ini, Prodi Ilmu Komunikasi memperingatinya dengan spesial karena ada beragam kegiatan yang diselenggarakan sekaligus.

“Ada Ilkom Goes To School. Programnya itu kampanye literasi digital ke 10 sekolah setingkat SMA se-Kota Makassar. Para dosen dibagi beberapa kelompok dan didampingi sejumlah mahasiswa melakukan kampanye No Cyberbullying,” ujarnya.

Zelfia menambahkan, peringatan Hari Masyarakat Telekomunikasi dan Informasi Sedunia juga diisi dengan gerakan sosial dengan nama kegiatan Ilkom UMI Berbagi. Aksi sosial ini menyasar warga di sekitar kampus UMI.

“Kita membagikan bingkisan untuk berbagi kebahagiaan. Kegiatan sosial seperti ini tentu akan kontinu dilakukan,” katanya.

Peringatan Hari Masyarakat Telekomunikasi dan Informasi Sedunia ditutup dengan menggelar webinar pada malam hari. Acara webinar night ini mengambil tema Menyoal RUU Penyiaran: Ancaman bagi Kebebasan Pers?.

Webinar ini dipandu Dosen Prodi Ilkom UMI Taufik Hasyim dengan menghadirkan dua pembicara yakni Nurdin Amir yang merupakan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar 2019-2022 dan Manager Online In Charge Tribun Timur Edi Sumardi.

“Webinar ini mengangkat isu kekinian terkait RUU Penyiaran yang dianggap kontroversial dengan sejumlah pasal-pasalnya yang dinilai bermasalah terutama berpotensi mengancam kebebasan pers. Webinar ini juga tentu kesempatan bagi para mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMI belajar dari para praktisi media,” tuturnya. (*/IN)

LLDIKTI Wilayah IX Dorong Dosen Baru UMI Lanjut Studi Doktor

IN, MAKASSAR — Hari kedua Orientasi Dosen Baru Universitas Muslim Indonesia (UMI) 2024 menghadirkan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, Dr.Andi Lukman, M.Si sebagai pemateri.

Materi yang dibawakan tentang Peran LLDIKTI dalam Pengembangan Karier Dosen di lantai 2 Gedung Baru Fakultas Kedokteran UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Selasa (23/4/2024).

BACA JUGA: Target 88 Guru Besar Tahun Ini, UMI Kembali Kukuhkan Profesor Ilmu Hukum dan Perikanan

Kegiatan ini diikuti sebanyak 204 orang dosen baru. Para peserta dibekali dengan orientasi atau pengenalan serta pendalaman visi-misi UMI.

Ia mengatakan dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuan yang bertugas untuk mentransformasikan serta mengembangkan pendidikan melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pengertian dosen tidak menutupkan nantinya mengalami perubahan. Dalam pengembangan dosen yang kami lakukan pengembangan kualitas,” ungkap Andi Lukman.

Pengembangan kualitas ini menurut Andi Lukman dapat dilakukan dengan terus mendorong dosen untuk bisa meningkatkan jenjang pendidikannya. Khususnya untuk para dosen yang saat ini masih bertitel magister agar segera melanjutkan ke jenjang doktoral.

“Kami LLDIKTI siap membiayai bagi dosen dalam mengembangkan kualitasnya dengan melanjutkan pendidikannya,” kata Andi Lukman.

Sebelumnya Ketua panitia yang juga Wakil Rektor I UMI, Dr Hanafi Ashad, mengatakan, kegiatan ini tidak lain adalah pengenalan tentang visi dan misi UMI serta tujuan ke UMI-an guna menjadi bekal bagi dosen baru UMI.

“Total 204 dosen yang tersebar di 13 Fakultas lingkup UMI. Materi orientasi mencakup semua kebutuhan dan pembekalan hak dan kewajiban dosen. Serta materi komitmen ke UMI-an,” singkatnya.

Sedangkan, Rektor UMI, Prof Sufirman Rahman, mengatakan, menegaskan, dosen UMI harus memahami prinsi – prinsip dasar profesi dan bagaimana menunjukan diri sebagai bagian dari UMI.

“Calon dosen dituntut memahami visi-misi UMI. Maka harus memahami visi dan misi UMI dengan baik. Diharapkan memahami visi dan midi UMI. Katena dalam pokok pembahasan kita penguatan dan implementasi visi UMI,” ungkapnya.

Mantan Direktur PPs UMI itu menuturkan, profesi dosen adalah profesional. Maka dituntut untuk terus meningkatkan pembelajaran. Kewajiban seorang dosen adalah melakukan tri dharma perguruan tinggi, yakni pembelajaran, penelitian dan pengabdian.

“Menjadi dosen di UMI merupakan hak seseorang memilih profesi dan menjalankan tugas. Ketika memilih UMI untuk profesi dosen no 14 tahun 2005. Dijelaskan dosen profesi pendidik dan keilmuan, tugas pokok mentransformasikan dan menyebarluaskan ilmu kaitan pendidikan, pengajaran dan pengabdian pada masyarakat,” tukasnya.

Kegiatan ini menghadirkan seluruh unsur pimpinan Yayasan Wakaf UMI dan Rektor dan Wakil Rektor, serta lembaga biro terkait. (*/IN)

IM3 Hadirkan Digital Corner demi Mendorong Mahasiswa Kembangkan Potensi UMKM di Lingkungan Universitas

IN, MAKASSAR — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 terus menunjukkan komitmennya untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali para mahasiswa di lingkungan universitas.

Hal ini diwujudkan dalam bentuk kerja sama dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam menyediakan fasilitas Digital Corner IM3 di lingkungan Unit Ukhuwah Bisnis.

BACA JUGA: Indosat Ooredoo Hutchison Hadirkan Berbagai Kegembiraan Saat Idulfitri Melalui Unparalleled Network Services Guaranteed

Digital Corner IM3 merupakan fasilitas baru di lingkungan universitas yang menyediakan akses internet cepat dan stabil yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa menunjang kegiatan perkuliahan mereka.

Tidak hanya itu, Digital Corner IM3 turut menggandeng komunitas mahasiswa yang tergabung dalam Unit Bisnis untuk menciptakan usaha yang dapat menggerakkan ekonomi di lingkungan universitas.

Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan Indosat memiliki komitmen untuk memenuhi kebutuhan digital masyarakat, termasuk di lingkungan universitas.

“Sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam memberdayakan masyarakat Indonesia, kami ingin mendorong komunitas mahasiswa UMI Makassar yang tergabung di Unit Bisnis agar lebih dini mengenal dunia usaha. Tidak hanya itu, kami berharap mereka dapat memanfaatkan teknologi digital secara positif agar lebih produktif dan mampu mengembangkan potensi diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

BACA JUGA: Tips Puas Internet tetapi Kantong Tetap Aman Selama Ramadan dari Indosat

Pengurus Bidang Usaha Ukhuwah UMI Business Universitas Muslim Indonesia Makassar, Ir. Dr. Beddu menyampaikan dukungannya terhadap peluncuran Digital Corner IM3 di UMI Makassar.

“Kami mendukung implementasi program Digital Corner IM3 yang turut menunjang kelancaran proses perkuliahan. Sejalan dengan program pemerintah Merdeka Belajar Kampus Merdeka, kami terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengakselerasi kompetensi mahasiswa di bidang digital,” ungkap Beddu.

Peluncuran Digital Corner IM3 yang pertama kali di Circle Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kalisumapa) dilaksanakan pada Selasa (2/4). Hadir meresmikan peluncuran tersebut adalah Director and Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni, yang didampingi oleh SVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia.

“Digital Corner IM3 menjadi salah satu upaya nyata Indosat untuk secara aktif mendorong potensi UMKM yang ada di lingkungan universitas. Melalui Digital Corner IM3, kami juga memberikan kemudahan akses internet bagi para mahasiswa untuk membangun kapasitas digital mereka. Kami berharap kerja sama berkelanjutan antara Indosat dan UMI Makassar akan berdampak positif bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di lingkungan kampus, tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan tapi juga di bidang kewirausahaan,” tutup Steve. (*/IN)