Malaysia,inspirasinusantara.id –Penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu tantangan yang terus dihadapi perguruan tinggi di tengah meningkatnya kompleksitas risiko kerja dan kebutuhan penerapan standar Occupational Safety and Health (OSH) di tingkat global.
Dalam konteks tersebut, Program Studi Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin melaksanakan International Summit and Benchmarking di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, pada 7–8 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengembangan praktik K3.
Kegiatan ini diikuti 59 delegasi dari Magister K3 FKM Universitas Hasanuddin yang terdiri atas lima dosen dan 54 mahasiswa Angkatan 10 dan 11. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian symposium, plenary session, diskusi ilmiah, hingga benchmarking yang membahas perkembangan, tantangan, dan peluang implementasi Occupational Safety and Health (OSH) serta Industrial Hygiene (IH) di tingkat regional maupun global.
Hari pertama dibuka melalui official opening speech oleh Programme Advisor, Dr. Seca Gandaseca, kemudian dilanjutkan symposium keynote oleh Prof. Madya Dr. Mohd Rafee Baharuddin serta sesi pleno bertema Occupational Safety and Health (OSH) and Industrial Hygiene (IH) yang dipandu Ts. Dr. Ismaniza Ismail bersama Ketua Program Studi Magister K3 FKM Universitas Hasanuddin, Prof. Yahya Thamrin.
Salah satu hasil penting dari agenda tersebut ialah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan Program Studi Magister K3 FKM Universitas Hasanuddin. Kesepakatan awal ini menjadi bentuk komitmen kedua institusi untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi akademik, diskusi ilmiah, dan benchmarking yang memberikan kesempatan bagi peserta mempelajari sistem pendidikan, penelitian, serta implementasi OSH yang diterapkan di UiTM, sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman antara mahasiswa, dosen, akademisi, dan praktisi dari Malaysia.
Ketua Program Studi Magister K3 FKM Universitas Hasanuddin, Prof. Yahya Thamrin, SKM., M.Kes., MOHS., Ph.D., menilai kolaborasi internasional menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan Magister K3. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan global, tetapi juga membuka peluang penguatan jejaring akademik yang berkelanjutan. “International Summit and Benchmarking ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memperluas wawasan global, membangun jejaring akademik internasional, serta memperkuat kerja sama antara Universitas Hasanuddin dan Universiti Teknologi MARA. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa maupun dosen, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja di masa mendatang,” ujar Prof. Yahya Thamrin.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Magister K3 FKM Universitas Hasanuddin menempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Ke depan, implementasi komitmen yang tertuang dalam Letter of Intent akan menjadi faktor penting agar kerja sama tidak berhenti pada forum akademik, tetapi menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi pengembangan kompetensi K3 di tingkat regional maupun global.(*/IN)














