MAKASSAR, Inspirasinusantara.id — Petinju asal Sulawesi Selatan, Josua Holy Masihor, akan mewakili Indonesia pada ajang Thailand Open International Boxing Tournament 2025 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 22 Mei hingga 1 Juni 2025.
Keikutsertaan Josua difasilitasi oleh Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Harpen Reza Ali, yang menilai kejuaraan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan karier sang atlet di level dunia.
Baca juga: Besok, Olahraga Tinju dan Muaythai akan Digelar di Makassar: Libatkan Perempuan dan Anak
Josua, peraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 di kelas 51–54 kg, akan bersaing dengan petinju elite dari berbagai negara seperti Uzbekistan, Kuba, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Inggris Raya, Kazakhstan, Irlandia, dan Jepang.
Kejuaraan ini menjadi ajang uji kemampuan sekaligus menambah jam terbang bagi petinju berusia 25 tahun tersebut.
Baca juga: Harpen Reza Ali Lantik Bos Manggala Trans Jadi Ketua Pertina Tana Toraja
“Ini kesempatan baik bagi Holy untuk kembali menambah jam terbang di pentas tinju dunia,” ujar Harpen di Makassar, Minggu (18/5/2025).
Ia menambahkan bahwa Josua sebelumnya telah memiliki pengalaman internasional saat tampil di Uzbekistan pada 2023.
Harpen yang juga putra tokoh olahraga Sulsel, A. Reza Ali, menyebut tampil di kejuaraan dunia merupakan tantangan tersendiri.
“Ini kesempatan untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi tekanan pertandingan yang lebih tinggi,” katanya.
Josua merupakan putra mantan petinju nasional Dufri Masihor, peraih emas SEA Games 1997.
Namanya mulai bersinar di level nasional setelah mengalahkan petinju pelatnas asal DKI, Aldom Sugoro, dalam final PON XXI.
Aldom, peraih emas SEA Games 2017 di kelas flyweight, harus mengakui keunggulan Josua setelah mengalami luka di pelipis akibat pukulan bertubi-tubi.
“Beberapa kali dokter ring harus turun tangan karena luka di wajah Aldom,” ujar Harpen mengenang laga tersebut.
Kemenangan itu mengukuhkan posisi Josua sebagai salah satu petinju elite Indonesia saat ini.
Harpen berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat memberi perhatian lebih terhadap prestasi Josua.
Menurutnya, keikutsertaan di ajang internasional seperti ini perlu dukungan serius agar para atlet daerah semakin termotivasi.
“Pemerintah harus hadir memberi dukungan agar petinju Sulsel lebih bersemangat membawa nama daerah dan Indonesia,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Harian Pengprov Pertina Sulsel, Letkol CPL Vilipus, yang berharap pengalaman Josua dapat menjadi inspirasi bagi petinju muda di Sulsel.
“Keikutsertaan Holy di ajang internasional diharapkan jadi motivasi bagi petinju lainnya. Dan yang paling penting, ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk terus memberikan dukungan,” ujar Vilipus.
Thailand Open menjadi salah satu kejuaraan penting dalam kalender tinju amatir internasional dan sering dijadikan batu loncatan bagi petinju menuju kualifikasi kejuaraan dunia dan olimpiade.













