Bahaya Kebiasaan Bed Rotting bagi Kesehatan

INSPIRASINUSANTARA-Tren bed rotting kini sedang menghantui generasi muda sebagai bentuk pelarian instan dari tekanan hidup melalui aktivitas pasif di atas tempat tidur. Meski populer di media sosial, kebiasaan menghabiskan waktu seharian dengan ponsel ini memicu peringatan serius mengenai risiko gangguan kesehatan mental.

Psikolog asal Surabaya, Wenika, menjelaskan bahwa banyak orang terjebak menganggap aktivitas ini sebagai cara wajar untuk melepas stres setelah rutinitas padat. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk bersikap kritis karena tidak semua bentuk istirahat memberikan dampak positif bagi pemulihan jiwa.

Menurut Wenika, cara seseorang beristirahat sangat menentukan apakah tubuh dan pikiran akan benar-benar pulih atau justru menjadi semakin lelah. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menonton konten secara terus-menerus dalam waktu lama dapat menurunkan energi tubuh dan merusak produktivitas.

Dampak negatif dari fenomena ini tidak hanya menyerang sisi mental, tetapi juga kesehatan fisik secara keseluruhan. Posisi pasif yang terlalu lama dapat mengakibatkan penurunan sirkulasi darah, pelemahan otot, hingga berkurangnya kebugaran tubuh secara signifikan.

Secara psikologis, paparan informasi tanpa jeda dari layar ponsel berisiko memicu kelelahan kognitif dan menurunkan daya konsentrasi. Hal ini juga sering kali menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak stabil bagi pelakunya.

Gaya hidup digital yang menuntut seseorang untuk selalu terhubung membuat bed rotting menjadi pelarian instan yang mudah diakses. Sayangnya, pelarian ini tidak memberikan manfaat jangka panjang dan justru berpotensi menambah beban mental di masa depan.

Wenika mengajak generasi muda untuk segera membatasi penggunaan gawai dan mulai beralih ke variasi kegiatan fisik yang lebih sehat. Ia menekankan bahwa perawatan diri yang sesungguhnya adalah aktivitas yang mampu memulihkan energi dan meningkatkan kualitas hidup secara nyata.(wdy/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *