Banner Pajak

Evaluasi Layanan Kesehatan Didorong Lebih Efektif

MAKASSAR,inspirasinusantara.id-Akses kesehatan Makassar masih menghadapi ketimpangan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis di kawasan perkotaan. Keterbatasan fasilitas membuat layanan kesehatan belum tersebar merata dan masih terkonsentrasi di titik tertentu.

Kondisi ini terjadi karena distribusi fasilitas kesehatan belum seimbang. Hingga kini, layanan masih terpusat di RSUD Daya, sehingga belum mampu menjangkau kebutuhan layanan kesehatan di seluruh wilayah kota secara optimal.

Ketimpangan tersebut berdampak pada kualitas layanan sekaligus meningkatkan beban pada fasilitas yang ada. Di satu sisi, kapasitas pelayanan menjadi padat, sementara di sisi lain masih terdapat wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan.

Anggota DPRD Makassar, Yulius Patandianan, menilai kondisi ini perlu segera direspons melalui percepatan pembangunan fasilitas kesehatan. Menurut dia, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

“Semua aktivitas kita berawal dari kondisi tubuh yang sehat. Kalau kesehatan terganggu, maka seluruh aspek kehidupan ikut terhambat,” ujarnya.

Ia menegaskan layanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi pemerintah daerah secara merata. Dalam hal ini, pemerintah dinilai perlu memastikan akses layanan tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan adalah hak masyarakat. Artinya, pemerintah daerah harus hadir dan memastikan layanan itu benar-benar bisa dirasakan oleh semua warga tanpa terkecuali,” katanya.

Sebagai langkah mengatasi ketimpangan akses kesehatan Makassar, pembangunan fasilitas baru mulai didorong. Rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Ujungpandang telah memasuki tahap awal tahun ini, sementara proyek di Batua masih dalam proses evaluasi akibat kendala sebelumnya.

Selain penambahan fasilitas, peningkatan kualitas layanan juga menjadi perhatian. Hal ini mencakup penguatan tenaga medis, pelayanan yang lebih responsif, serta evaluasi program secara berkala agar layanan kesehatan berjalan efektif.

“Kami ingin memastikan seluruh program berjalan efektif, tepat waktu, dan benar-benar dirasakan manfaatnya. Evaluasi harus terus dilakukan agar kualitas layanan semakin meningkat,” ujarnya.

Perbaikan akses kesehatan Makassar dinilai tidak hanya berkaitan dengan layanan publik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas hidup masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *