JAKARTA,inspirasinusantara.id — Kebiasaan minum air hangat di pagi hari kembali populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Berbagai klaim menyebut kebiasaan ini dapat membantu pencernaan hingga meningkatkan kondisi tubuh. Namun, para ahli menilai manfaat tersebut lebih berkaitan dengan kebutuhan cairan setelah bangun tidur, bukan karena suhu air semata.
Setelah tidur selama beberapa jam, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Konsumsi air di pagi hari membantu mengembalikan keseimbangan cairan sehingga organ tubuh dapat kembali bekerja optimal, baik air hangat maupun suhu biasa.
Dokter spesialis gizi klinis, Andi Pratama, menjelaskan bahwa efek air hangat lebih bersifat fisiologis sederhana. Tubuh membutuhkan cairan setelah bangun tidur, sementara suhu hangat cenderung memberikan rasa nyaman tanpa mengubah fungsi organ secara signifikan.
Dalam sistem pencernaan, air hangat dapat membantu merelaksasi otot saluran cerna. Respons ini membuat pergerakan usus terasa lebih lancar, meski pada dasarnya merupakan reaksi alami tubuh saat menerima cairan setelah periode istirahat.
Selain itu, air hangat dinilai lebih ramah bagi lambung, terutama pada individu yang sensitif terhadap minuman dingin. Suhu hangat tidak memicu kontraksi mendadak pada lambung, sehingga memberikan sensasi lebih stabil dan nyaman.
Air hangat juga kerap dikaitkan dengan pernapasan yang lebih lega. Uap hangat dapat membantu mengencerkan lendir di saluran napas, meski efeknya bersifat sementara dan tidak menggantikan penanganan medis.
Di sisi lain, klaim bahwa air hangat mampu melakukan “detoksifikasi” tubuh dinilai tidak tepat. Proses pembuangan zat sisa tetap dijalankan oleh organ seperti ginjal dan hati, yang bekerja secara alami tanpa dipengaruhi suhu air.
Dengan demikian, manfaat minum air hangat di pagi hari lebih tepat dipahami sebagai bagian dari kebiasaan hidrasi yang baik. Faktor utama tetap pada kecukupan cairan tubuh, sementara suhu air berperan pada aspek kenyamanan, bukan manfaat biologis yang signifikan.(jmi/IN)













