MAKASSAR,inspirasinusantara.id — Laga antara PSM Makassar dan PSIM Yogyakarta pada 10 April 2026 menjadi salah satu titik krusial dalam perjalanan PSM di kompetisi Super League Indonesia musim 2025/2026.
Pertandingan pekan ke-27 yang digelar di Stadion Sultan Agung ini berlangsung di tengah jadwal padat yang dihadapi PSM sepanjang April. Dalam satu bulan, tim harus menjalani lima pertandingan beruntun yang berpengaruh langsung terhadap posisi di klasemen.
Saat ini, PSM berada di peringkat ke-13 dengan 25 poin dari 26 laga. Posisi tersebut membuat tim berada dalam tekanan untuk segera mengamankan poin demi menjauh dari zona bawah. Sementara itu, PSIM menempati posisi kedelapan dengan 38 poin dan relatif lebih aman.
Pengamat sepak bola Syamsuddin Umar menilai laga ini menjadi ujian penting bagi PSM, khususnya dalam menjaga konsistensi permainan di laga tandang. Menurutnya, efektivitas dalam memanfaatkan peluang serta kedisiplinan permainan akan menjadi faktor penentu.
Di sisi lain, PSIM juga memiliki kepentingan yang sama untuk mengamankan posisi di klasemen. Bek PSIM, Franco Ramos, menyebut timnya bertekad meraih hasil maksimal guna memastikan bertahan di kompetisi.
Bermain di kandang memberikan keuntungan bagi PSIM, terutama dari dukungan suporter. Namun, catatan performa kandang yang belum sepenuhnya konsisten membuka peluang bagi PSM untuk mencuri poin.
Dengan selisih posisi dan tekanan yang dihadapi kedua tim, laga ini diperkirakan berlangsung ketat. Bagi PSM, hasil pertandingan akan menjadi indikator penting apakah tim mampu memperbaiki posisi atau tetap berada dalam persaingan papan bawah hingga akhir musim.
Dalam konteks ini, laga 10 April tidak hanya sekadar pertandingan rutin, tetapi menjadi momentum penentu arah perjalanan PSM di sisa kompetisi.(jmi/IN)














