Post-Holiday Blues Usai Lebaran Picu Penurunan Produktivitas Kerja

INSPIRASINUSANTARA — Fenomena post-holiday blues kembali muncul setelah libur panjang Lebaran berakhir dan aktivitas kerja kembali normal. Kondisi ini ditandai dengan penurunan suasana hati, berkurangnya motivasi, serta kesulitan berkonsentrasi pada hari-hari awal masuk kerja.

Post-holiday blues umumnya terjadi saat individu harus beradaptasi dari suasana liburan yang santai ke rutinitas kerja yang lebih terstruktur. Perubahan ritme yang berlangsung cepat menjadi salah satu faktor utama yang memicu kondisi tersebut.

Psikolog klinis Ratih Ibrahim menyebut kondisi ini sebagai respons yang wajar. Menurutnya, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah mengalami perubahan pola aktivitas selama liburan.

Selama periode Lebaran, pola hidup cenderung berubah, mulai dari waktu tidur yang tidak teratur, aktivitas fisik yang menurun, hingga pola konsumsi yang berlebihan. Perubahan ini berdampak pada kondisi fisik dan mental saat kembali ke rutinitas kerja.

Selain itu, tekanan untuk segera kembali produktif juga dinilai memperparah kondisi. Banyak pekerja langsung dihadapkan pada beban kerja tanpa masa transisi yang cukup, sehingga memicu stres ringan dan kelelahan mental.

Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas kerja secara umum, terutama pada fase awal setelah liburan panjang.

Untuk mengatasinya, Ratih menyarankan agar penyesuaian ritme kerja dilakukan secara bertahap. Memulai pekerjaan dari beban ringan, mengatur kembali pola tidur, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat menjadi langkah yang dapat membantu pemulihan.

Selain itu, interaksi sosial di lingkungan kerja juga dinilai efektif dalam memperbaiki suasana hati. Perencanaan aktivitas setelah liburan pun dapat membantu menjaga stabilitas emosi saat kembali menjalani rutinitas.(jmi/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *