JAKARTA,inspirasinusantara.id — Kenaikan harga bahan baku plastik global pada awal 2026 mendorong pelaku industri dalam negeri mencari sumber pasokan baru di luar kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi di tengah tekanan biaya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia, Fajar Budiono, menyebut lonjakan harga resin plastik dipicu oleh gangguan pasokan serta dinamika geopolitik di wilayah pemasok utama.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan biaya produksi industri berbasis plastik. Pelaku usaha pun mulai mencari alternatif sumber bahan baku dari wilayah lain untuk menjaga stabilitas operasional.
Selama ini, kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pemasok utama bahan baku plastik bagi industri nasional. Ketergantungan terhadap satu wilayah membuat industri rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan distribusi global.
Dalam situasi tersebut, strategi diversifikasi pasokan mulai ditempuh. Upaya ini bertujuan mengurangi risiko ketergantungan sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar.
Dampak kenaikan harga tidak hanya dirasakan di sektor hulu, tetapi juga merambat ke sektor hilir, seperti industri kemasan, makanan dan minuman, hingga produk konsumsi lainnya. Peningkatan biaya produksi berpotensi mendorong penyesuaian harga jual yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Fajar menilai industri saat ini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan efisiensi biaya dan ketahanan pasokan. Di satu sisi, perusahaan harus menjaga daya saing, sementara di sisi lain harus memastikan rantai pasok tetap stabil.
Pelaku industri juga mendorong adanya dukungan kebijakan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Tanpa langkah tersebut, ketergantungan terhadap impor serta gejolak harga global dinilai akan terus memaksa industri mencari alternatif pasokan di luar kawasan tradisional.
Dalam konteks ini, diversifikasi pasokan menjadi strategi jangka pendek, sementara penguatan industri hulu dalam negeri dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga ketahanan sektor manufaktur plastik.(slv/IN)













