INSPIRASINUSANTARA-Paparan internet yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari mulai dikaitkan dengan munculnya pusing tanpa disadari dan kelelahan mental. Aktivitas digital seperti scrolling media sosial, notifikasi yang terus muncul, serta konsumsi informasi cepat membuat pikiran bekerja tanpa jeda.
Fenomena ini mendorong munculnya praktik detoks internet selama dua minggu sebagai respons terhadap tekanan digital. Pembatasan akses terhadap media sosial dan platform digital dilakukan untuk mengurangi beban kognitif akibat arus informasi yang terus mengalir.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PNAS Nexus pada Februari 2025 menunjukkan bahwa pembatasan internet pada ponsel pintar berdampak signifikan terhadap peningkatan fokus dan kesehatan mental. Studi ini melibatkan 467 orang dewasa dengan metode eksperimen terkontrol, di mana peserta diminta memblokir akses internet selama 14 hari.
Salah satu peneliti, Adrian Ward, menyatakan bahwa “membatasi akses internet di ponsel dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan perhatian dan kesejahteraan psikologis.” Ia menjelaskan bahwa pengurangan stimulasi digital memberi ruang bagi otak untuk kembali bekerja secara lebih stabil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan fokus peserta meningkat secara signifikan setelah dua minggu tanpa internet. Bahkan, peningkatan tersebut disebut setara dengan pemulihan fungsi kognitif hingga 10 tahun lebih muda. Selain itu, sebanyak 91 persen partisipan melaporkan adanya perbaikan pada kesehatan mental, termasuk penurunan kecemasan dan peningkatan kesejahteraan.
Secara tidak langsung, temuan ini menjelaskan bahwa pusing tanpa disadari berkaitan dengan cara kerja otak dalam merespons rangsangan digital. Paparan informasi yang cepat dan berulang membuat perhatian mudah terpecah, sehingga proses berpikir tidak berjalan secara utuh.
Ketika akses internet dibatasi, aliran informasi yang masuk ke otak ikut berkurang. Hal ini membuat sistem kognitif bekerja lebih stabil karena tidak terus-menerus menerima gangguan dari notifikasi dan konten digital.
Fenomena detoks internet ini menunjukkan bahwa pusing tanpa disadari tidak hanya dipengaruhi faktor fisik, tetapi juga berkaitan dengan pola konsumsi digital. Pembatasan sementara terhadap internet menjadi salah satu cara yang mulai diterapkan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kesehatan mental.(jmi/IN)













