Susah Tidur Meningkat, Usia Jadi Faktor Utama

INSPIRASINUSANTARA-Susah tidur menjadi keluhan yang semakin sering muncul pada kelompok usia dewasa, seiring perubahan biologis tubuh dan tekanan hidup di lingkungan perkotaan. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya waktu tidur, tetapi juga kualitas istirahat yang menurun, seperti sulit terlelap dan mudah terbangun di malam hari.

Perubahan tersebut terjadi karena ritme sirkadian atau jam biologis tubuh mengalami pergeseran seiring bertambahnya usia. Ritme ini mengatur kapan tubuh merasa mengantuk dan terjaga. Dalam praktiknya, banyak orang dewasa menjadi lebih cepat mengantuk, tetapi tidak mampu mempertahankan tidur dalam durasi yang cukup.

Selain itu, produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur rasa kantuk juga menurun. Hal ini membuat sinyal tidur dari tubuh menjadi lebih lemah dibandingkan usia sebelumnya, sehingga proses untuk terlelap membutuhkan waktu lebih lama dan tidur menjadi lebih ringan.

Psikolog Klinis di NYC Sleep Doctor, AS, Janet Kennedy, mengatakan kesulitan tidur merupakan keluhan yang umum dialami orang dewasa. “Salah satu alasan terbesar orang mengalami kesulitan untuk tertidur adalah karena teknologi,” kata Kennedy, melansir Real Simple, Rabu (15/4/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa faktor gaya hidup modern ikut memperparah kondisi susah tidur. Penggunaan perangkat digital sebelum tidur, paparan cahaya dari layar, serta aktivitas mental yang terus berlangsung membuat otak tetap aktif saat waktu istirahat.

Kondisi kesehatan yang mulai muncul pada usia dewasa juga berkontribusi terhadap gangguan tidur. Beberapa di antaranya menyebabkan seseorang lebih sering terbangun di malam hari, sehingga waktu istirahat menjadi terputus dan tidak optimal.

Dalam konteks kehidupan perkotaan, susah tidur tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, kinerja, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa susah tidur pada usia dewasa bukan sekadar keluhan personal, melainkan bagian dari perubahan pola hidup dan sistem kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.(zfr/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *