INSPIRASINUSANTARA-Isu beban ganda dosen, khususnya dosen perempuan, masih menjadi persoalan dalam sistem kerja perguruan tinggi di Indonesia. Selain menjalankan tugas utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen perempuan juga menghadapi pekerjaan tambahan di lingkungan kampus yang tidak selalu tercatat sebagai beban kerja formal.
Dalam praktiknya, dosen perempuan tidak hanya mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga kerap terlibat dalam pekerjaan administratif, kepanitiaan kegiatan, hingga urusan teknis dan logistik kampus. Tugas-tugas tersebut dalam kajian akademik dikenal sebagai academic housework, yaitu pekerjaan penunjang di luar aktivitas utama perguruan tinggi.
Pekerjaan tambahan tersebut umumnya tidak masuk secara penuh dalam indikator kinerja utama dosen, meskipun tetap menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan. Kondisi ini menunjukkan adanya penambahan beban kerja di luar tugas akademik inti.
Dosen dan peneliti studi gender di perguruan tinggi, Dr. Laila Rahmawati, menilai bahwa pola pembagian kerja di lingkungan kampus masih belum sepenuhnya setara. Ia menyebut, beban kerja tambahan cenderung lebih banyak dialami oleh dosen perempuan.
“Pekerjaan tambahan seperti academic housework dalam praktiknya masih lebih banyak dibebankan kepada dosen perempuan dalam sistem kerja perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung pada keterbatasan waktu dosen perempuan untuk melakukan riset dan publikasi ilmiah. Padahal, riset dan publikasi menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja akademik, termasuk dalam proses kenaikan jabatan fungsional di perguruan tinggi.
Selain beban kerja di kampus, dosen perempuan juga masih memikul tanggung jawab domestik di rumah tangga yang belum sepenuhnya terbagi secara setara. Kombinasi peran tersebut membentuk kondisi double burden yang memengaruhi produktivitas akademik secara keseluruhan.
Keterbatasan waktu akibat beban ganda tersebut dinilai berpotensi memperlambat perkembangan karier akademik dosen perempuan dalam jangka panjang karena berkurangnya ruang untuk fokus pada penelitian dan publikasi ilmiah.
Situasi ini menunjukkan bahwa beban ganda dosen perempuan tidak hanya berkaitan dengan persoalan individu, tetapi juga terkait dengan struktur kerja di perguruan tinggi. Sejumlah kajian menilai perlunya evaluasi sistem pembagian kerja agar lebih adil serta mendukung kesetaraan gender dalam lingkungan akademik.(jmi/IN)













