MAKASSAR,inspirasinusantara.id – Cuaca Sulawesi Selatan pada awal Mei 2026 diprakirakan mengalami peningkatan curah hujan selama periode 2 hingga 4 Mei. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di berbagai wilayah, termasuk gangguan mobilitas akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan masih berada dalam kondisi atmosfer yang cukup aktif pada awal Mei 2026. Situasi ini memicu potensi hujan yang terjadi secara bertahap di beberapa wilayah.
Di Kota Makassar, cuaca diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Pada 2 Mei 2026, hujan ringan berpotensi terjadi pada pagi hingga siang hari, sementara malam hari diperkirakan berawan. Suhu udara berada pada kisaran 24–32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi yang mendukung terbentuknya awan hujan.
Pakar meteorologi dan klimatologi Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa periode awal Mei merupakan masa transisi yang masih ditandai kondisi atmosfer tidak stabil. “Pada periode awal Mei, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan, kondisi atmosfer masih berada dalam fase transisi yang cenderung tidak stabil. Situasi ini membuat potensi hujan dengan intensitas bervariasi masih dapat terjadi di berbagai wilayah, termasuk Makassar dan sekitarnya, serta dapat berubah dalam waktu yang relatif singkat pada periode 2 hingga 4 Mei 2026,” ujarnya.
Selain Makassar, pada 2 Mei 2026 wilayah Luwu Utara, Enrekang, Pinrang, dan Gowa diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat dengan status waspada. Kondisi tersebut juga berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas luar ruang.
Memasuki 3 Mei 2026, sebaran hujan diperkirakan meluas ke Luwu Timur, Toraja Utara, Wajo, dan Pangkep. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem cuaca basah tidak hanya terjadi secara lokal, tetapi mencakup wilayah yang lebih luas di Sulawesi Selatan dalam waktu relatif singkat.
Pada 4 Mei 2026, hujan masih berpotensi terjadi di Luwu Utara dan Enrekang dengan intensitas sedang hingga lebat. Konsistensi hujan selama tiga hari berturut-turut ini menunjukkan bahwa atmosfer di Sulawesi Selatan masih berada dalam fase tidak stabil pada awal Mei.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar mengimbau agar perkembangan informasi cuaca terus dipantau. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada sektor transportasi, aktivitas ekonomi harian, serta meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air dan longsor di wilayah dengan topografi rentan.(slv/IN)














