cuaca  

Cuaca Ekstrem: Bibit Siklon 96W Muncul

CUACA EKSTREM
ILUSTRASI.Citra pergerakan awan di wilayah timur Indonesia akibat Bibit Siklon 96W yang terpantau di utara Papua. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan potensi gelombang laut sedang di perairan Maluku hingga Papua.

INSPIRASINUSANTARA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi munculnya Bibit Siklon Tropis 96W di wilayah timur Indonesia pada Selasa (12/5/2026). Sistem ini terpantau berada di Samudra Pasifik utara Papua, tepatnya pada koordinat 9.6°LU dan 139.4°BT, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot atau sekitar 37 km/jam.

Hingga saat ini, pusat sirkulasi tersebut terus dimonitor oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta karena memicu perubahan pola cuaca di sekitarnya.

Meskipun didukung oleh suhu muka laut yang hangat antara 28-30°C dan kelembaban udara yang tinggi, pertumbuhan bibit siklon ini diprediksi akan terhambat. BMKG mencatat adanya faktor penghambat berupa massa udara kering di sekitar sistem pada lapisan menengah serta kurangnya suplai angin kuat yang menuju pusat sistem. Berdasarkan pengamatan satelit, aktivitas konvektif atau pembentukan awan hujan di sekitar sistem juga menunjukkan tren yang fluktuatif dan cenderung menurun.

Dalam proyeksi 24 hingga 48 jam ke depan, Bibit Siklon 96W diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut namun mengalami pelemahan intensitas. BMKG menyatakan bahwa peluang sistem ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat berada pada kategori rendah. Meskipun demikian, sirkulasi angin yang dihasilkan tetap memengaruhi stabilitas atmosfer di wilayah perairan sekitar Maluku dan Papua.

Sebagai dampak tidak langsung, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang terdampak meliputi Laut Maluku bagian utara serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua. Masyarakat, terutama nelayan dan operator moda transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap risiko gelombang tinggi tersebut demi keselamatan pelayaran.(lnd/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *