Evakuasi ODGJ Tunjukan Sinergi Dinkes dan Dinsos Makassar

SINERGI. Dinas Kesehatan Kota Makassar melalui Puskesmas Layang bersama tim gabungan bergerak cepat menyelamatkan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di jalanan. (foto:ist)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Dinas Kesehatan Kota Makassar melalui Puskesmas Layang bersama tim gabungan bergerak cepat menyelamatkan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di jalanan. Pasien bernama Muh Saleh tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi guna mendapatkan perawatan kejiwaan intensif.

Aksi penyelamatan ini melibatkan personel Trantib BKO Satpol PP Kecamatan Bontoala dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang Dinas Sosial Kota Makassar. Kolaborasi nyata di lapangan ini membuktikan kehadiran negara saat masyarakat membutuhkan penanganan darurat yang humanis.

Petugas bergerak cepat memeriksa identitas pasien melalui pemindaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa Muh Saleh tercatat sebagai warga Jalan Bonto Sunggu, Kelurahan Je’ne Batu, Kabupaten Gowa.

Langkah medis awal difokuskan sepenuhnya untuk menstabilkan kondisi kejiwaan pasien di ruang perawatan RSKD Dadi Makassar. Setelah fase pemulihan mental selesai, Dinas Sosial Makassar segera berkoordinasi untuk memulangkan pasien ke daerah asalnya.

Kepala Puskesmas Layang, drg. Nur Insani, menegaskan bahwa penanganan cepat ini krusial demi keselamatan pasien dan warga sekitar. “Edukasi langsung ke masyarakat juga terus digalakkan agar warga tidak memasung atau menelantarkan penderita gangguan jiwa,” ujarnya.

drg Nur Insani menyampaikan langkah taktis instansi kedinasan ini menjadi bukti nyata berjalannya program jaminan kesehatan mental dari pemerintah daerah. Penyelamatan ini sekaligus memutus rantai pengabaian terhadap hak-hak hidup para penderita gangguan psikologis.

Sinergi lintas sektoral ini diharapkan dapat terus berjalan konsisten guna menyisir kasus serupa yang belum tertangani. Penanganan yang tepat dan manusiawi menjadi kunci utama dalam mengembalikan pasien ke tengah keluarga. (*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *