Banner Pajak

Stadion Sudiang Masuk Tahap Struktur

pembangunan Stadion Internasional Sudiang mulai menunjukkan progres dengan memasuki fase konstruksi utama setelah sebelumnya difokuskan pada pekerjaan pondasi. Hingga pertengahan Juli 2026, capaian fisik proyek tercatat sekitar 11 persen.

MAKASSAR,inspirasinusantara.id- Ketersediaan infrastruktur olahraga di daerah masih menjadi tantangan, terutama untuk memenuhi standar fasilitas berskala besar. Di Makassar, pembangunan Stadion Internasional Sudiang mulai menunjukkan progres dengan memasuki fase konstruksi utama setelah sebelumnya difokuskan pada pekerjaan pondasi. Hingga pertengahan Juli 2026, capaian fisik proyek tercatat sekitar 11 persen.

Proyek yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis ini kini berlanjut pada pembangunan struktur lantai satu. Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulawesi Selatan, Iwan, mengatakan tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. “Setelah penyelesaian pekerjaan pondasi di berbagai area, sekarang sudah masuk ke pekerjaan struktur lantai satu. Progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 11 persen,” ujarnya.

Pada tahap ini, pekerjaan tidak hanya mencakup pelat dan balok lantai pertama, tetapi juga pembangunan kolom menuju lantai dua. Selain itu, sistem perpipaan dan drainase bawah lapangan mulai dipasang untuk memastikan area stadion tidak mengalami genangan saat hujan, yang menjadi aspek penting dalam standar fasilitas olahraga modern.

Stadion Sudiang dibangun dengan anggaran Rp674,9 miliar melalui skema tahun jamak (multiyears) pada periode 2025–2027. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas sekitar 27 ribu penonton. Pemerintah menargetkan progres pembangunan mencapai sekitar 65 persen pada akhir 2026 sebelum proyek diselesaikan sepenuhnya pada 2027.

Dari sisi kebijakan, pembangunan stadion ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur publik, khususnya sektor olahraga di Sulawesi Selatan. Kehadiran fasilitas baru diharapkan tidak hanya mendukung penyelenggaraan event, tetapi juga meningkatkan aktivitas olahraga masyarakat serta membuka peluang ekonomi di sektor pendukung.

Namun, proyek dengan skema multiyears memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi pembiayaan dan pelaksanaan lintas tahun. Ketepatan waktu pembangunan serta kualitas konstruksi menjadi faktor kunci agar fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal.

Ke depan, efektivitas pembangunan Stadion Sudiang tidak hanya diukur dari penyelesaian fisik, tetapi juga dari bagaimana fasilitas tersebut dikelola dan dimanfaatkan. Tanpa perencanaan penggunaan yang berkelanjutan, infrastruktur berisiko tidak memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.(tmi/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *