Banner Pajak
Budaya  

Budaya Kerja Kalla Didorong Lewat Aktivasi

Di tengah kebutuhan memperkuat kolaborasi dan keterlibatan internal, KALLA menghadirkan program Loving Monday at KALLA sebagai bagian dari strategi culture activation di lingkungan kerja.(foto:ist)

MAKASSAR,inspirasinusantara.id- Upaya membangun budaya kerja tidak selalu dilakukan melalui kebijakan formal, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari yang membentuk pengalaman karyawan. Di tengah kebutuhan memperkuat kolaborasi dan keterlibatan internal, KALLA menghadirkan program Loving Monday at KALLA sebagai bagian dari strategi culture activation di lingkungan kerja.

Program ini dikemas dengan tema Piala Dunia 2026, di mana karyawan—disebut Insan Kalla—diajak mengenakan jersey tim favorit sebagai simbol kebersamaan dan sportivitas. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana perusahaan mencoba menghubungkan momentum global dengan dinamika internal organisasi untuk menciptakan suasana kerja yang lebih inklusif dan energik.

People & Culture Division Head Kalla, Indah Karlina Ilham, mengatakan tema sepak bola dipilih karena memiliki daya ikat yang luas lintas latar belakang. “Melalui tema piala dunia, kami ingin menghadirkan suasana kerja yang lebih hangat, penuh energi dan relevan dengan momentum yang sedang dinikmati masyarakat. Di balik kemeriahannya, terdapat pesan bahwa setiap Insan Kalla memiliki peran penting seperti pemain dalam sebuah tim,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ini menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh individu semata, tetapi oleh kerja sama tim, strategi, dan kemampuan beradaptasi. Loving Monday juga difungsikan sebagai ruang interaksi informal yang mendorong komunikasi lebih terbuka serta memperkuat kolaborasi lintas fungsi di dalam perusahaan.

“Loving Monday menjadi ruang bagi karyawan untuk saling terhubung, membangun komunikasi yang lebih terbuka dan memperkuat kolaborasi lintas fungsi. Ketika setiap individu merasa menjadi bagian dari organisasi, semangat untuk memberikan kontribusi terbaik akan tumbuh secara alam,” tambah Indah.

Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan ekosistem digital internal melalui aplikasi Kallafriends. Karyawan dapat mengakses photobooth bertema Piala Dunia dengan sistem transaksi cashless, sekaligus berpartisipasi dalam aktivitas digital seperti Add Yours Challenge di Instagram Story. Integrasi ini menunjukkan upaya perusahaan dalam menggabungkan budaya kerja dengan transformasi digital.

Meski bersifat non-formal, program seperti Loving Monday mencerminkan pendekatan perusahaan dalam membangun engagement karyawan secara berkelanjutan. Tantangannya terletak pada konsistensi pelaksanaan serta kemampuan mengaitkan aktivitas budaya dengan produktivitas dan kinerja organisasi.

Ke depan, efektivitas inisiatif budaya kerja akan sangat ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu membentuk kebiasaan kolektif, bukan sekadar aktivitas sesaat. Dalam konteks ini, Loving Monday menjadi contoh bagaimana intervensi sederhana dapat digunakan untuk memperkuat kohesi tim sekaligus mendukung kinerja organisasi secara lebih luas.(*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *