SIDRAP, inspirasinusantara.id — Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan yang tidak hanya bergantung pada ketersediaan obat, tetapi juga pada kedisiplinan pasien menjalani terapi. Berangkat dari persoalan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan inovasi sederhana berupa Tempel Kalender, Ingat Obat kepada warga Kelurahan Salomallori, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat (17/7/2026).
Sebagai media pengingat konsumsi obat sekaligus pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Lurah Salomallori tersebut, hipertensi menjadi fokus edukasi karena banyak penderita telah memahami pentingnya mengonsumsi obat, tetapi masih kerap lupa menjalankan terapi secara rutin.
Melalui pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan kesehatan, dan pembagian kalender pengingat, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penanggung jawab kegiatan, Annisa Hidayat, mengatakan inovasi tersebut lahir dari persoalan yang sering dijumpai di masyarakat. Menurutnya, hipertensi tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga kebiasaan yang konsisten agar terapi berjalan efektif.
“Banyak penderita hipertensi sebenarnya telah memahami pentingnya minum obat secara rutin, tetapi sering lupa karena tidak memiliki media pengingat,” kata Annisa.
Ia menjelaskan, kalender tersebut dirancang sebagai pengingat harian agar masyarakat lebih disiplin menjalani pengobatan sekaligus terdorong memeriksakan tekanan darah secara berkala. Dengan cara itu, risiko komplikasi akibat hipertensi diharapkan dapat ditekan.
“Kalender ini sebagai salah satu sarana pengingat bagi penderita hipertensi, sehingga risiko komplikasi seperti penderita stroke dan penyakit jantung bisa diminimalisir,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, warga mengikuti pemeriksaan tekanan darah secara tertib, aktif berdiskusi dalam sesi edukasi, dan menyambut positif pembagian kalender pengingat. Bagi masyarakat, media tersebut dinilai praktis karena dapat digunakan setiap hari sebagai bagian dari rutinitas di rumah.
Annisa menuturkan, program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dalam memperkuat upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular.
Menurutnya, pendekatan sederhana melalui media pengingat dapat menjadi pelengkap edukasi kesehatan yang selama ini diberikan kepada masyarakat.
Ia juga menilai kegiatan tersebut sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan kepatuhan pengobatan, deteksi dini, dan penguatan kesadaran masyarakat dalam mengendalikan hipertensi.
Ke depan, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 berharap inovasi Tempel Kalender, Ingat Obat dapat terus dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Salomallori dengan dukungan pemerintah setempat. Harapannya, penyandang hipertensi semakin disiplin menjalani terapi, rutin memantau tekanan darah, dan menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya mencegah komplikasi jangka panjang. (*/IN)














