MAKASSAR,inspirasinusantara.id- Program Pekan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 segera digelar di tingkat kecamatan di Makassar. Program ini akan berlangsung maraton mulai 17 hingga 26 Juni 2026. Tujuannya jelas, mendekatkan layanan pembayaran pajak kepada warga.
Persiapan teknisnya kini sudah dimatangkan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mengunci kesiapan itu lewat rapat koordinasi internal di kantornya. Rapat ini fokus pada hal-hal teknis di lapangan agar program berjalan lancar.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya soal jadwal. Tim juga menyamakan persepsi kerja di lapangan. Pembagian tugas teritorial turut dibahas agar setiap wilayah terlayani dengan baik. Selain itu, kesiapan infrastruktur pembayaran juga ikut dipantau.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Bapenda Makassar, Muhammad Afif Azdy. Ia didampingi Kepala Tata Usaha UPT PBB, Rachmat. Seluruh jajaran fungsional terkait dan kolektor PBB se-Kota Makassar juga ikut hadir.
Pekan Panutan PBB-P2 sendiri bukan program baru. Ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Makassar. Program ini dirancang untuk mendorong kesadaran warga dalam membayar pajak. Terutama di tingkat kecamatan sebagai ujung pelayanan.
Optimalisasi penerimaan dari sektor PBB-P2 dinilai penting. Pajak ini menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Dana tersebut nantinya digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur publik di Makassar.
Muhammad Afif Azdy menjelaskan, pendekatan yang digunakan adalah jemput bola. Artinya, layanan pembayaran lebih dekat dengan masyarakat. “Pekan Panutan ini menjadi ruang jemput bola untuk mempermudah warga menunaikan kewajibannya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim di lapangan. Menurutnya, sinkronisasi antara petugas dinas dan kolektor di wilayah sangat menentukan hasil. Ia berharap target penerimaan PBB tahun ini bisa tercapai maksimal.
“Sinkronisasi antara tim dinas dan kolektor di wilayah kelurahan menjadi kunci utama agar target penerimaan sektor PBB tahun ini dapat terealisasi secara maksimal,” lanjutnya.
Dengan persiapan yang sudah dimatangkan, program ini diharapkan berjalan tanpa hambatan. Warga pun diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk memenuhi kewajiban pajaknya dengan lebih mudah.(*/IN)














