IN, PANGKEP — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin (Unhas) berbagai pengetahuan tentang pengembangan wisata dengan masyarakat di Desa Bulu Cindea Kec Bungoro Kab Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Minggu (19/05/2024).
Kegiatan tersebut diikuti 30 mahasiswa. Kegiatan tersebut bagian dari pengabdian masyarakat bina desa tematik mahasiswa.
BACA JUGA: Mahasiswa Peternakan Unhas Perkuat Pemahaman Peternak Itik Jeneponto Lewat Kegiatan Bina Desa
Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu potensi wisata kawasan manggrove itu dilakukan mahasiswa didampingi oleh dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas yakni Burhan Kadir, Firman Saleh, Fajar Sidik, dan Aqilah Nurul Khaerani Latif.
Kegiatan ini berbentuk pemberian materi dan pembekalan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Aqbulo Sibatang Desa Bulu Cindea. Masyarakat yang hadir berjumlah 15 orang dan dihadiri juga aparat Desa Bulu Cindea.
Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Muhammad Nuryyan Bagata menyampaikan terima kasih atas kesedian warga Desa Bulu Cindea untuk menyambut dan menerima timnya.
“Harapan kami bahwa kegiatan ini bisa membuat potensi-potensi pariwisata di Desa Bulu Cindea semakin maju dan ramai dkunjungi orang-orang,” ujarnya.
Dia mengutarakan bahw pihaknya sengaja memilih Desa Bulu Cindea karena wilayah itu memiliki potensi dan ada SDM yang mau memajukan desanya. Terlebih pihak Desa sangat mendukung kegiatan-kegiatan demi pengembangan wilayahnya.
“Pembinaan ini dilakukan berkat Info yang kami dapatkan dari teman-teman yang sudah KKN di Desa Bulu Cindea ini,” katanya.
Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali menucapakan terima kasih karena Fakultas Ilmu Budaya Unhas kembali mengadakan kegiatan di desa mereka.
“Kami bersyukur atas komitmen dari Fakultas Ilmu Budaya Unhas untuk membantu kami dalam pengembangan desa kami, khususnya tentang pengembangan potensi-potensi wisata yang ada di Bulu Cindea. Sekarang kami sementara membuat lokasi wisata pemancingan, lokasi pembibitan manggrove dan sekaligus kami bikin warung kopi di wilayah pembibitan supaya sekalian ada yang menjaga bibit bibit tersebut dan juga kami sementara membuat juga kebun desa. Harapan-harapannya semua itu menjadi potensi-potensi wisata di desa kami yang dapat menambah kesejahteraan hidup warga kami,” ucapnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dalam hal ini diwakili oleh Burhan Kadir sebagai Ketua Kelompok Kerja Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya Unhas kuga mengucapkan terima kasih atas penerimaan warga Bulu Cindea ke pihaknya.
“Semoga Fakultas Ilmu Budaya dapat memberi kontribusi untuk pengembangan dan kemajuan desa Bulu Cindea, khususnya dibidang pariwisata, peningkatan literasi dan pelestarian bahasa dan budaya Bugis maupun Makassar,” katanya.
Adapun materi yang diberikan dibawakan langsung Aqilah Nurul Khaerani Latif yang juga merupakan Dosen S1 Pariwisata Fak Ilmu Budaya Unhas dibantu oleh para rekan mahasiswa. Materi dan pembekalan ini tentang Pentingnya Pengembangan Wisata Mangrove, kenapa mangrove karena ini adalah potensi wisata andalan yang ada di Bulu Cindea.
Aqilah memaparkan tentang Tantangan dan Permasalahan dalam Pengembangan Wisata Mangrove pertama Kerusakan Ekosistem.
Adapun hal penting lainnya adalah prinsip-prinsip pengembangan wisata mangrove berkelanjutan mesti dpahami bersama oleh para Pokdarwis, pemerintah desa, dan masyarakat. Sangat penting perencanaan dan pengelolaan wisata mangrove itu melihat analisis potensi, perencanaan infrastruktur dan pengelolaan berkelanjutan.
Pokdarwis harus melakukan pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan wisata mangrove agar supaya Inovasi dan Kreativitas dalam Pengembangan Produk Wisata Mangrove bisa dilakukan sama-sama. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan Pemasaran dan Promosi Wisata Mangrove lewat berbagai bentuk media sosial, website desa dan sebagainya. (*/IN)