Seni Melawan Krisis Iklim di Makassar
MAKASSAR, Inspirasinusantara.id — Di sebuah dinding papan tripleks di Gedung PKM UIN Alauddin Makassar, cat warna-warni mengalir dari kuas tangan-tangan […]
Konten ini hanya dapat diakses oleh member khusus Inspirasi Nusantara
MAKASSAR, Inspirasinusantara.id — Di sebuah dinding papan tripleks di Gedung PKM UIN Alauddin Makassar, cat warna-warni mengalir dari kuas tangan-tangan […]
MAKASSAR, Inspirasinusantara.id – Di bawah rimbun pepohonan kampus UIN Alauddin Makassar, Nur Islamiah duduk di pelataran taman sambil mengamati lalu-lalang mahasiswa.
MAKASSAR, Inspirasinusantara.id — Suatu Jumat siang di Makassar, Faqih Naswan duduk bersila di saf tengah Masjid Darul Arqom. Seperti Jumat-Jumat
MAKASSAR, Inspirasinusantara.id – Siang itu, Maulana Ishak menatap matahari dari balik jendela rumahnya di Mariso. Udara terasa tajam, menampar kulit
Generasi muda Makassar tumbuh di tengah krisis iklim dan kecemasan yang tak mereka ciptakan. Dari gawai, kelas, hingga ruang keluarga,
Warga pesisir, pekerja harian, dan aktivis muda menghadapi krisis iklim yang tak memberi ruang untuk berteduh. Negara kerap datang terlambat—atau
Listrik terus mengalir ke mal, hotel, dan kampus. Tapi siapa yang berpikir tentang jejak karbonnya? Makassar mungkin terang, tapi masa
Krisis iklim tak membunuh semua orang secara setara. Di Makassar, warga miskin berada di garis api paling depan. Bukan hanya
Kota ini hanya memiliki 3,86 persen ruang hijau, jauh dari kebutuhan ekologis minimal. Di tengah gelombang pembangunan, Makassar kian kehilangan
MAKASSAR, Inspirasinusantara.id — Letak geografis yang strategis sekaligus rawan menempatkan Kota Makassar sebagai salah satu kota kunci dalam lanskap krisis iklim