Kuliner Sulsel Ramah Diabetes: Lezat dan Sehat dengan Pengolahan Tepat

Kuliner Sulsel Ramah Diabetes: Lezat dan Sehat dengan Pengolahan Tepat
BAROBBO. Kuliner Sulsel Ramah Diabetes: Lezat dan Sehat dengan Pengolahan Tepat. (foto:ig/@citrahendrawijaya)

INSPIRASI NUSANTARA – Makanan khas Sulawesi Selatan (Sulsel) berbahan dasar beras sering dianggap kurang cocok bagi penderita diabetes. Namun, dengan pemilihan bahan dan cara pengolahan yang sehat, beberapa hidangan khas Sulsel justru aman dikonsumsi sekaligus membantu menjaga kadar gula darah.

Pentingnya menjaga pola makan menjadi sorotan di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes secara global. Data dari International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa pada tahun 2021 terdapat 537 juta penderita diabetes di dunia, dan angka ini diprediksi meningkat menjadi 783 juta pada tahun 2045.

BACA JUGA: Peneliti Berhasil Kembangkan Beras Rendah Gula, Solusi Atasi Diabetes

BACA JUGA: Cegah Diabetes, Terapkan Ini

Indonesia sendiri menempati peringkat kelima dengan 19,5 juta penderita pada 2021, yang diperkirakan melonjak menjadi 28,6 juta pada 2045.

Berikut adalah beberapa makanan khas Sulsel yang ramah bagi penderita diabetes, beserta tips pengolahannya agar lebih sehat:

1. Barobbo

Barobbo adalah sup jagung khas Sulsel yang mengandung serat tinggi dan rendah gula alami. Hidangan ini biasanya dipadukan dengan sayuran seperti bayam, labu, dan daun kelor, serta protein dari ikan atau udang. Kandungan serat dalam jagung membantu memperlambat pencernaan, sehingga pelepasan glukosa ke dalam darah menjadi lebih stabil.

Menurut penelitian yang dimuat dalam PLoS Medicine, serat berperan penting dalam mengendalikan kadar gula darah dan mendukung pola diet sehat.

2. Buras (Burasa)

Buras terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan dibungkus daun pisang. Dengan mengganti beras putih menjadi beras merah atau beras rendah indeks glikemik, buras dapat menjadi lebih ramah bagi penderita diabetes. Santan yang digunakan juga mengandung lemak sehat yang membantu memperlambat penyerapan glukosa.

Penelitian dalam Journal of Nutrition and Metabolism menunjukkan bahwa santan dapat meningkatkan kadar kolesterol baik tanpa memberikan efek buruk pada kadar gula darah.

3. Songkolo

Songkolo adalah olahan beras ketan hitam atau putih yang disajikan dengan kelapa parut goreng dan ikan asin. Ketan hitam menjadi pilihan terbaik karena mengandung serat tinggi yang membantu mengontrol kadar gula darah.

4. Nasi Jagung Campuran

Nasi campuran jagung pipil dan beras putih menjadi alternatif yang lebih sehat. Jagung pipil memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan beras putih, sehingga dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah.

5. Lepet

Lepet adalah olahan sederhana dari beras yang dimasak bersama kelapa parut dan dibungkus daun kelapa. Tanpa tambahan gula, lepet memiliki kandungan glukosa yang rendah, sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes.

6. Ketupat

Ketupat, yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda, juga menjadi alternatif olahan beras yang aman. Dikonsumsi tanpa bahan manis tambahan, ketupat memiliki kadar glukosa rendah, terutama jika disajikan bersama lauk berprotein tinggi seperti ikan atau ayam panggang.

Tips Pengolahan Sehat

– Gunakan Beras Merah atau Rendah – Glikemik: Mengganti beras putih dengan jenis beras yang lebih sehat dapat mengurangi risiko lonjakan gula darah.

– Kombinasikan dengan Protein dan Serat: Tambahkan lauk seperti ikan, sayuran, atau kacang-kacangan untuk menyeimbangkan asupan gizi.

– Hindari Gula dan Saus Manis: Kurangi penggunaan bahan tambahan yang tinggi gula untuk menjaga kesehatan.

Dengan pengolahan yang tepat, makanan khas Sulsel berbahan dasar beras tetap dapat dinikmati oleh penderita diabetes tanpa khawatir lonjakan gula darah. Kuliner tradisional ini membuktikan bahwa makanan sehat tetap bisa lezat dan menggugah selera. (*/IN)

 

Sumber:
1. PLoS Medicine. Diakses pada 2024. Dietary fibre and whole grains in diabetes management: Systematic review and meta-analyses.

2. Journal Of Nutrition And Metabolism. Diakses Pada 2023. Impact Of a Traditional Dietary Supplement with Coconut Milk And Soya Milk on The Lipid Profile in Normal Free Living Subjects.

3. Journal Of Nutrition And Metabolism. Diakses Pada 2024. Impact Of a Traditional Dietary Supplement with Coconut Milk And Soya Milk on The Lipid Profile in Normal Free Living Subjects.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *