MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Merantau masih menjadi pilihan nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, sebanyak 13,3 persen penduduk Sulsel merupakan migran seumur hidup atau penduduk yang menetap di luar wilayah Sulawesi Selatan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa mobilitas penduduk bukan sekadar tradisi, melainkan strategi hidup yang terus berulang. Dalam infografik “Kemana Orang Sulsel Merantau?” yang dirilis BPS Sulsel, disebutkan bahwa masyarakat Bugis, Makassar, dan Toraja sejak lama dikenal menjelajah wilayah baru untuk bekerja, berdagang, menimba ilmu, hingga membangun jaringan ekonomi di berbagai daerah Indonesia.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, Kalimantan Timur menjadi tujuan utama perantau asal Sulawesi Selatan. Sebanyak 20,3 persen migran Sulsel tercatat menetap di provinsi tersebut, menjadikannya wilayah dengan konsentrasi perantau terbesar.
Di posisi berikutnya, Sulawesi Tenggara menjadi tujuan 19,5 persen perantau Sulsel. Arus perpindahan ini memperlihatkan kuatnya hubungan ekonomi dan sosial antarwilayah di kawasan timur Indonesia, sekaligus mencerminkan pergerakan penduduk yang relatif dekat dari daerah asal.
Sulawesi Tengah menempati urutan ketiga dengan persentase 12,8 persen. Angka ini menegaskan bahwa migrasi masyarakat Sulsel tidak hanya terpusat ke wilayah industri besar, tetapi juga ke daerah yang berkembang sebagai simpul ekonomi regional.
Selain itu, Kalimantan Utara mencatat 7,8 persen perantau asal Sulawesi Selatan, disusul Sulawesi Barat sebesar 7,0 persen. Meski lebih kecil, proporsi ini menunjukkan bahwa arus migrasi tetap menyebar ke berbagai provinsi, mengikuti peluang yang tersedia.
BPS Sulawesi Selatan menyebutkan bahwa data ini bersumber dari Profil Migran hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2024. Angka-angka tersebut menjadi gambaran bahwa merantau masih dianggap sebagai jalan yang rasional bagi sebagian warga Sulsel dalam mencari penghidupan dan masa depan yang lebih menjanjikan, meski harus meninggalkan daerah asal. (*/IN)