Munafri Arifuddin Dorong Disiplin Ibadah ASN Jelang Ramadan

MAKASSAR,inspirasinusantara.id-Tantangan penguatan etika, integritas, dan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Makassar, terutama dalam menghadapi dinamika perkotaan yang semakin kompleks. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang tinggi, penguatan nilai spiritual dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat disiplin ibadah, khususnya salat lima waktu, sekaligus kesiapan spiritual menyongsong bulan suci Ramadan. Hal tersebut disampaikan Munafri saat peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah tingkat Pemerintah Kota Makassar di Masjid Rahmatul Ilham, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan yang dihadiri jajaran ASN lingkup Pemkot Makassar itu menjadi ruang refleksi nilai keagamaan dalam konteks kehidupan birokrasi dan pelayanan publik. Munafri menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan mengandung perintah fundamental yang relevan dengan pembentukan karakter aparatur pemerintahan.

“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang perintah salat sebagai tiang agama. Ini bukan hanya ritual, tetapi membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujar Munafri Arifuddin.

Ia juga mengaitkan momentum Isra Mi’raj dengan fase persiapan menuju Ramadan, mengingat umat Islam telah memasuki bulan Sya’ban. Menurut Munafri, kesiapan spiritual menjadi faktor penting agar ibadah Ramadan tidak bersifat seremonial semata.

“Sya’ban adalah bulan persiapan. Kita menyiapkan diri secara spiritual agar ketika Ramadan datang, kita benar-benar siap memaksimalkan ibadah dan meraih pahala sebanyak-banyaknya,” katanya.

Dalam konteks kebijakan internal pemerintahan, Munafri Arifuddin mendorong perangkat daerah untuk menghadirkan kegiatan keagamaan secara konsisten dan bermakna. Ia menilai peringatan hari besar Islam memiliki fungsi strategis dalam memperkuat nilai moral dan etika kerja di lingkungan birokrasi.

“Kegiatan keagamaan harus menjadi ruang saling mengingatkan, bukan sekadar seremoni. Nilai keimanan perlu hadir dalam keseharian ASN agar berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan tausiah oleh Ustaz Rahmat Qayyum yang mengulas makna spiritual perjalanan Isra Mi’raj serta relevansinya terhadap kehidupan umat Islam dan penyelenggaraan pemerintahan yang berintegritas.

Dalam jangka panjang, penguatan nilai spiritual ASN yang didorong Munafri Arifuddin diharapkan berkontribusi pada terbentuknya budaya kerja yang disiplin, beretika, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Tantangannya terletak pada konsistensi implementasi nilai tersebut dalam praktik birokrasi sehari-hari, seiring upaya Pemerintah Kota Makassar membangun tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan publik.(*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *