Rumah Adat Sulawesi Selatan yang Dapat Pengaruh Islam

rumah adat sulawesi selatan
RUMAH ADAT. Pengaruh Islam terbanyak di rumah adat Sulawesi Selatan terlihat di Saoraja dari suku Bugis. (foto:IST/instagram)

INSPIRASI NUSANTARA — Rumah adat Sulawesi Selatan ternyata ada banyak dipengaruhi oleh masuknya Islam. Terutama yang jenis rumah panggung.

Agama Islam mulai dipeluk penduduk di Sulawesi Selatan pada abad ke-16 masehi. Masuknya islam di Sulawesi Selatan ini dari tiga Datu bangsa melayu.

Penyebaran islam begitu cepat di Sulsel. Melalui cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.

Sehingga, dengan cepat memengaruhi tokoh-toko adat. Pengaruh itu pun hingga ke apa yang dimiliki penduduk, seperti pada rumah.

Rumah Adat Sulawesi Selatan yang Banyak Dapat Pengaruh Islam

1. Saoraja dari Suku Bugis

Rumah adat Suku Bugis ini lebih banyak mendapat pengaruh Islam. Bisa dilihatnya dari arah rumah yang selalu menghadap kiblat.

Dalam proses pembangunannya pun rumah Bugis tidak memakai paku, melainkan dengan kayu atau besi.

Ada dua jenis rumah Saoraja, satu Saoraja untuk kalangan bangsawan, dan rumah Bola untuk rakyat biasa.

Meski begitu, keduanya memiliki unsur-unsur yang sama. Berikut adalah 3 unsur bagian pada rumah adat Saoraja:

– Kalle Bala, atau pembagian ruangan. Ada ruang tamu, kamar tidur, dan dapur.

– Rakkeang atau dalam bahasa Bugis berarti bagian yang dipakai untuk menyimpan benda-benda pusaka. Selain itu, tempat ini juga dipakai menyimpan makanan.

– Passiringan atau Awasao, yaitu ruang yang hampir mirip dengan gudang, dipakai sebagai tempat menyimpan peralatan tani, sekaligus sebagai kandang hewan ternak.

Rumah Bugis ini juga memakai konsep rumah panggung yang dibuat dari bahan berbagai jenis kayu.

Ciri khasnya ada pada atap yang berbentuk pelana dengan timpalaja yang jumlahnya disesuaikan dengan status sosial pemilik rumah. Timpa Laja atau gevel ini adalah bidang segitiga antara dinding dengan pertemuan atap.

2. Boyang dari Suku Mandar

Rumah adat Boyang dari suku Mandar ini dikenal menempati sebagian Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Rumah adat ini pun syarat akan pengaruh Islam.

Beberapa orang mengenal mereka melalui perayaan adatnya yaitu Sayyang Pattu’du atau kuda menari dan Passandeq, tradisi mengarungi laut dengan cadik.

Rumah adat suku Mandar ini juga merupakan rumah panggung yang ditopang oleh tiang-tiang dari kayu.

Rumah Boyang sebenarnya hampir sama dengan rumah Bugis. Hanya saja, teras atau lego rumah Boyang jauh lebih luas dan besar.

Atapnya juga berbentuk unik, seperti ember yang miring ke arah depan.

Hal unik lain dari rumah Boyang ini terletak pada peletakan tiang yang tidak ditancapkan ke tanah, melainkan diletakkan di atas batu datar guna mencegah pelapukan.

Rumah ini memiliki dua tangga, satu di bagian depan dan satu lagi di belakang.

Sesuai ketentuan adat, tangga-tangga tersebut harus berjumlah ganjil, antara 7-13 anak tangga.

Lalu untuk dinding rumahnya menggunakan papan kayu yang diukir memakai ukiran khas Mandar, Sulawesi Selatan.
Filosofi Rumah Adat Masing-masing Suku di Sulawesi Selatan.

3. Balla dari Makassar

Suku Makassar menghuni Sulawesi Selatan bagian pesisir barat daya.

Seperti rumah adat lainnya, Balla dulunya juga menjadi rumah bagi para bangsawan.

Bangunan rumahnya juga memiliki konsep tradisional rumah panggung.

Pembagian arsitekturnya dibagi menjadi tiga, yaitu atap, inti rumah, dan kolong.

Bahan material yang dipakai adalah berbagai macam kayu, sementara atapnya memakai ijuk atau jerami.

Rumah Balla ditopang oleh 10 buah tiang penyangga. Rumah ini dikenal luas dan besar, dengan ketinggian sekitar 3 meter, jadi ruangan dalamnya pun luas dan besar.

Ruang teras Balla disebut dengan dego-dego, lalu ruang tamu disebut paddaserang dallekang. Lalu ruang bagian tengah akan dipakai sebagai ruang keluarga, dan kamar tidur berada di bagian paling belakang. Untuk kamar tidur di belakang ini dikhususkan bagi anak perempuan. (*/IN)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top