MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin secara resmi membuka kegiatan Salam Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Ahad (2/8/2026).
Mengusung tema “Merajut Harmoni Menguatkan Negeri untuk Indonesia Berkah”, kegiatan ini dihadiri sekitar 10.000 muslimah dari berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud komitmen memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Mengawali sambutannya, Munafri mencairkan suasana dengan menceritakan bahwa dirinya masih sempat berlari sejauh 10 kilometer pada pagi hari sebelum menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari ikhtiarnya menjaga kesehatan jasmani.
“Ada tiga sehat yang tadi disampaikan. Saya hari ini mencoba kembali untuk memenuhi sehat jasmani saya. Pagi ini saya masih lari 10 kilometer. Hasilnya, kaki sudah mulai agak pincang,” ujarnya yang disambut tepuk tangan dan tawa peserta.
Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi penyelenggaraan Salam Indonesia sebagai bagian dari rangkaian menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah. Menurutnya, berbagai program yang diinisiasi Wahdah Islamiyah tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan.
“Kegiatan ini adalah bagian yang tidak terpisahkan menuju Muktamar ke-5 dan insyaallah akan memberikan banyak manfaat, bukan hanya bagi Wahdah Islamiyah, tetapi juga bagi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang aman, harmonis, dan berdaya.
Mengaitkan tema “Salam Sehat Indonesia: Sehat Hati, Sehat Jasmani, dan Sehat Ekonomi”, Munafri mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut juga merupakan ikhtiar untuk memperoleh sehat hati melalui silaturahmi dan semangat saling menebarkan kebaikan.
“Saya hadir untuk mendapatkan sehat hati, karena kita mau membangun silaturahmi dan saling berbuat kebaikan di dalamnya,” tuturnya.
Menurutnya, kesehatan ekonomi tidak semata diukur dari besarnya aset, tetapi dari kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup secara berkelanjutan.
“Sehat ekonomi tidak ditandai dengan berapa besarnya aset, tetapi ditandai dengan cukupnya pendapatan untuk memenuhi pengeluaran setiap bulannya,” jelasnya.
Munafri juga menambahkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan melahirkan generasi yang berakhlak.
“Kalau keluarga sehat, insyaallah semua akan sehat. Kalau keluarga sehat, ekonominya akan sehat. Kalau ekonomi sehat, jasmani akan sehat. Kalau jasmani sehat, hati juga akan sehat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen memperkuat ketahanan keluarga, Pemerintah Kota Makassar pada tahun ini memberikan jaminan sosial kepada sekitar 81 ribu warga yang meliputi pekerja rentan, pekerja keagamaan, dan penyandang disabilitas. Pemerintah Kota juga terus memperluas akses permodalan serta bantuan peralatan usaha bagi masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Muslimaj Wahdah turut menginisiasi Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu program nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Melalui gerakan ini, disalurkan lebih dari 1.000 paket pangan murah kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi sekaligus upaya membantu keluarga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Program tersebut menjadi wujud nyata kontribusi Muslimah Wahdah dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membangun Indonesia yang lebih sejahtera.
Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat keluarga sebagai pondasi lahirnya generasi yang unggul dan berakhlak. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus bersinergi dengan Wahdah Islamiyah dalam membangun kota yang maju, harmonis, dan penuh keberkahan. (*/IN)














