Banner Pajak
Wisata  

Kearifan Lokal Bumi Massenrempulu: Menikmati Pesona Magis Gunung Nona dari Batara Rest Area

Penulis: Selvi

Laju kendaraan yang membelah jalanan berkelok dari arah Makassar menuju Tana Toraja seringkali menguras tenaga para pelancong. Namun, begitu memasuki Desa Bamba Puang di Kecematan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, rasa penat itu biasanya tergantikan oleh decak kagum pada bentang alamnya. Tepat di tepi jalan poros, berdiri sebuah bangunan artistik bernama Batara Rest Area yang menjadi primadona bagi turis domestik maupun mancanegara. Tempat ini bukan sekadar area parkir biasa, melainkan gerbang utama untuk menatap kemegahan Buttu Kabobong atau Gunung Nona.

Ibu Anita, seorang pengunjung yang sedang beristirahat, tampak asyik mengarahkan kamera ponselnya ke arah pegunungan yang ikonik tersebut. “Tempatnya sangat adem dan kita bisa langsung lihat pemandangan Gunung Nona secara jelas dari sini,” ujarnya dengan wajah berseri.

Baginya, Batara Rest Area adalah penyelamat di tengah perjalanan panjang yang melelahkan menuju utara Sulawesi Selatan. “Rasa capek selama di perjalanan tadi langsung hilang begitu melihat pemandangan seindah ini,” tambah Anita sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi.

Sambil memandangi lanskap pegunungan yang menyerupai anatomi perempuan, pengunjung bisa mencicipi kuliner otentik khas Bumi Massenrempulu. Menu lokal seperti Nasu Cemba dan Sokko Mandoti menjadi incaran mereka yang ingin merasakan cita rasa rempah asli Enrekang.

Ibu Anita sendiri menyarankan para pelancong untuk tidak melewatkan momen bersantai di area outdoor resto ini. “Spot fotonya juga sangat bagus, saya jamin tidak akan menyesal kalau mampir ke sini untuk berfoto,” katanya merekomendasikan sudut-sudut Instagramable di sana.

Selain pemandangan, fasilitas yang ditawarkan Batara Rest Area memang dirancang untuk memanjakan para musafir yang lewat. Pengelola menyediakan toilet dengan kebersihan yang terjaga sempurna serta mushalla yang nyaman bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah. Bagi penikmat kafein, menyeruput secangkir Kopi Kalosi yang harum sambil memandang bukit hijau adalah kemewahan tersendiri. Harga makanan dan minuman yang dibanderol pun tergolong ramah di kantong sehingga pengunjung betah berlama-lama.

Momentum istirahat akan terasa kian spesial bagi pengunjung yang melintas pada Jumat atau Sabtu sore, alunan musik akustik akan menemani waktu istirahat di tempat ini. Suasana santai tersebut menciptakan kenangan manis yang seringkali membuat orang ingin kembali lagi di perjalanan berikutnya. Mengabadikan potret diri dengan latar Buttu Kabobong yang magis menjadi penutup sempurna sebelum roda kendaraan kembali berputar menuju Toraja. Destinasi ini membuktikan bahwa pesona Enrekang layak dinikmati lebih dari sekadar lintasan, menjadikan Batara Rest Area sebagai titik singgah yang memberikan kesan mendalam bagi setiap penjelajah tanah Sulawesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *