MAKASSAR,inspirasinusantara.id-Samalona Ramai Dikunjungi, Daya Dukung Pulau Jadi Sorotan Kunjungan wisata ke Pulau Pulau Samalona dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren peningkatan.
Fenomena samalona ramai ini dipicu oleh akses yang dekat dari Kota Makassar, namun juga memunculkan perhatian terhadap kesiapan lingkungan dan pengelolaan kawasan.
Pulau yang berjarak sekitar 2 kilometer dari daratan Makassar ini dapat ditempuh kurang dari 30 menit menggunakan perahu motor. Kemudahan akses tersebut menjadikan Samalona sebagai destinasi wisata harian, terutama bagi pengunjung yang ingin menikmati aktivitas laut tanpa perjalanan jauh.
Di lapangan, aktivitas wisata didominasi oleh snorkeling dan eksplorasi bawah laut. Kejernihan air dan visibilitas terumbu karang menjadi daya tarik utama yang membuat samalona ramai, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Namun, peningkatan kunjungan ini tidak sepenuhnya diimbangi dengan kondisi lingkungan. Data menunjukkan luas daratan Samalona mengalami penyusutan hingga sekitar 2 hektare dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan lingkungan, termasuk potensi abrasi.
Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi, menilai lonjakan kunjungan perlu diimbangi dengan pengelolaan yang lebih terukur. “Kunjungan yang terus meningkat harus diikuti pengaturan berbasis daya dukung agar tidak mempercepat kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tanpa sistem pengelolaan yang terintegrasi, aktivitas wisata berpotensi menambah tekanan terhadap ekosistem pulau kecil. Menurutnya, koordinasi antar pemangku kepentingan masih menjadi tantangan dalam pengembangan kawasan tersebut.
Sementara itu, pelaku jasa transportasi lokal, Ilham, menilai samalona ramai membawa dampak ekonomi, namun belum diikuti dengan penguatan pengelolaan di lapangan. Ia mengatakan bahwa peningkatan jumlah pengunjung perlu diimbangi dengan pengaturan yang lebih baik agar aktivitas wisata tetap tertib dan nyaman.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, kebutuhan akan pengelolaan berbasis daya dukung menjadi semakin penting. Tanpa langkah tersebut, tekanan terhadap lingkungan Pulau Samalona berpotensi terus bertambah seiring berkembangnya aktivitas wisata.(jmi/IN)













