INSPIRASINUSANTARA- Tren kurban unta mulai muncul di Indonesia menjelang Iduladha 2026 setelah sebuah peternakan unta di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, viral di media sosial. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian publik karena keunikan hewannya, tetapi juga menunjukkan perubahan pola masyarakat dalam memilih hewan kurban.
Peternakan yang berada di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto itu ramai diperbincangkan setelah video aktivitas unta di area persawahan tersebar luas di berbagai platform digital. Kehadiran unta di lingkungan pedesaan Jawa Timur dianggap tidak lazim karena selama ini hewan tersebut lebih identik dengan kawasan Timur Tengah.
Pengelola peternakan, Faisal Effendi, mengatakan meningkatnya perhatian masyarakat membuat permintaan informasi terkait kurban unta mulai bertambah menjelang Iduladha. Menurutnya, masyarakat tidak lagi hanya datang untuk melihat langsung unta, tetapi mulai mencari tahu mengenai sistem dan harga kurban.
“Awalnya pengunjung hanya penasaran dan ingin berfoto. Sekarang sudah mulai banyak yang bertanya soal kurban unta dan bagaimana mekanismenya,” kata Faisal.
Ia menjelaskan pengembangbiakan unta sebelumnya lebih banyak ditujukan untuk kebutuhan wisata edukasi dan pasokan satwa ke sejumlah daerah. Namun viralnya konten di media sosial membuat perhatian masyarakat terhadap kurban unta meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam syariat Islam, unta termasuk hewan yang sah dijadikan kurban dan dapat diperuntukkan bagi tujuh orang. Meski demikian, praktik kurban unta di Indonesia masih terbatas karena harga yang relatif tinggi dan belum banyaknya peternakan unta domestik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kurban mulai mengalami pergeseran makna di sebagian masyarakat urban. Selain sebagai ibadah tahunan, pilihan hewan kurban kini juga dipengaruhi faktor simbolik, eksklusivitas, dan tren konsumsi yang berkembang melalui media sosial.
Ramainya perhatian terhadap peternakan unta di Mojokerto juga memperlihatkan bagaimana platform digital mampu mengubah aktivitas peternakan menjadi fenomena publik. Banyak warga datang langsung ke lokasi untuk membuat konten video hingga menjadikan peternakan tersebut sebagai destinasi edukasi menjelang musim kurban.
Di sisi lain, meningkatnya perhatian terhadap kurban unta membuka peluang diversifikasi sektor peternakan di Indonesia. Ketika permintaan hewan kurban terus meningkat setiap tahun, sebagian pelaku usaha mulai melihat unta sebagai pasar baru dengan nilai ekonomi lebih tinggi dibanding ternak konvensional.(*/IN)











