SULAWESI SELATAN, inspirasinusantara.id -Musim durian di Sulawesi Selatan kembali menjadi penopang ekonomi ribuan keluarga petani. Data tahun 2023 menunjukkan terdapat 43.619 Unit Pertanian Perorangan (UTP) yang membudidayakan durian di provinsi ini. Besarnya jumlah petani tersebut menandakan komoditas musiman ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menjadi sumber penghidupan masyarakat di berbagai daerah.
Sebaran petani durian di Sulawesi Selatan masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah. Kabupaten Bulukumba menjadi daerah dengan jumlah petani terbanyak, yakni 11.968 UTP atau hampir sepertiga dari total petani durian di Sulawesi Selatan. Di luar Bulukumba, kawasan Luwu Raya menjadi sentra produksi berikutnya dengan Kabupaten Luwu sebanyak 6.606 UTP, Luwu Utara 6.302 UTP, dan Luwu Timur 2.340 UTP. Jika digabungkan, kawasan ini memiliki kontribusi besar terhadap pasokan durian di pasar domestik.
Daerah lain juga memiliki jumlah petani yang cukup signifikan. Kabupaten Sinjai tercatat memiliki 2.940 UTP, Enrekang 2.421 UTP, Wajo 2.411 UTP, Kota Palopo 1.840 UTP, Kabupaten Gowa 1.736 UTP, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) 1.256 UTP, serta Kabupaten Pinrang 1.211 UTP. Sebaran tersebut menunjukkan budidaya durian telah berkembang di wilayah selatan, utara, hingga kawasan penyangga perkotaan di Sulawesi Selatan.
Di balik tingginya jumlah petani, distribusi produksi saat musim panen menjadi tantangan tersendiri. Konsentrasi petani di Bulukumba dan Luwu Raya berpotensi memicu lonjakan pasokan dalam waktu bersamaan sehingga dapat menekan harga jual di tingkat petani apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan distribusi dan pemasaran.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan komoditas durian tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan melalui pengembangan hilirisasi industri pengolahan dan penguatan rantai pasok. Langkah tersebut dinilai penting agar musim durian tidak hanya menjadi momentum peningkatan konsumsi, tetapi juga mampu menjaga stabilitas pendapatan lebih dari 43 ribu keluarga petani di Sulawesi Selatan.(tmi,um/IN)














