INSPIRASINUSANTARA.ID — Real Madrid membuka perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan 2-1 atas Inter Milan di Santiago Bernabéu. Hasil tersebut memberi José Mourinho awal positif di kompetisi Eropa, tetapi permainan Los Blancos justru memperlihatkan persoalan yang belum selesai.
Fede Valverde menjadi salah satu pemain yang paling terbuka membaca masalah tersebut. Gelandang Uruguay itu bahkan mengakui para pemain Real Madrid tidak menjalankan instruksi Mourinho dengan baik, terutama setelah memasuki babak kedua.
Pernyataan Valverde menjadi penting karena muncul setelah Madrid melewati pertandingan yang cukup berat. Inter mampu menciptakan sejumlah peluang, sementara Real Madrid beberapa kali mengandalkan kemampuan Thibaut Courtois untuk mempertahankan keunggulan.
Courtois membuat tujuh penyelamatan dalam pertandingan tersebut. Valverde yang mencetak gol kedua Madrid bahkan menilai penghargaan pemain terbaik seharusnya jatuh kepada kiper Belgia itu karena kontribusinya jauh lebih menentukan.
Kemenangan Tidak Menutup Persoalan
Real Madrid memang mendapatkan tiga poin, tetapi skor 2-1 tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Inter mampu memberikan tekanan dan membuat pertahanan Madrid bekerja keras, terutama ketika tuan rumah kehilangan kendali atas permainan.
Valverde melihat perbedaan itu secara langsung. Menurut dia, Madrid sempat bermain sesuai karakter mereka pada awal pertandingan, tetapi kemudian kehilangan pola tersebut setelah turun minum.
“Kami punya peluang, kami bermain dengan gaya kami di awal, lalu kami tidak melakukannya di babak kedua,” kata Valverde kepada Movistar, seperti dikutip AS melalui Goal.
Masalah tersebut bukan sekadar soal jumlah peluang. Valverde menilai Madrid seharusnya lebih banyak menguasai bola ketika bermain di Bernabéu. Penguasaan bola juga dapat membantu lini belakang mendapatkan waktu untuk mengatur napas ketika lawan memberikan tekanan.
Di titik inilah kemenangan atas Inter memperlihatkan pekerjaan rumah Mourinho. Madrid berhasil mempertahankan keunggulan, tetapi mereka belum mampu menjaga kontrol pertandingan secara konsisten.
Instruksi Mourinho Tidak Berjalan
Valverde secara terbuka menjelaskan apa yang Mourinho minta kepada para pemain. Pelatih asal Portugal itu meminta Madrid menjaga bola lebih lama dan bermain dengan ketenangan ketika menghadapi tekanan Inter.
Namun, para pemain tidak menjalankan rencana tersebut secara konsisten.
“Dia mengatakan kepada kami dengan sangat jelas bahwa kami harus lebih banyak menguasai bola dan bersikap tenang, tetapi kami tidak melakukannya,” ujar Valverde.
Pengakuan itu memberi gambaran bahwa masalah Madrid bukan semata-mata kesalahan strategi dari bangku pelatih. Para pemain juga gagal menerjemahkan instruksi tersebut ke dalam permainan.
Valverde kemudian meminta rekan-rekannya melakukan evaluasi. Ia menilai Madrid harus lebih kritis terhadap penampilan sendiri setelah menjalani babak kedua yang buruk.
“Kami harus lebih kritis terhadap diri sendiri,” kata Valverde. Ia juga mengakui Madrid tidak bermain sesuai gaya mereka.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa para pemain memahami persoalan yang muncul. Namun, kesadaran setelah pertandingan belum cukup untuk menyelesaikan masalah yang sama ketika Madrid menghadapi lawan berikutnya.
Madrid Banyak Bertahan Setelah Unggul
Kesulitan Madrid semakin terlihat ketika Inter terus mencari ruang setelah tertinggal. Tuan rumah memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol ketiga, tetapi penyelesaian akhir tidak cukup untuk mengunci pertandingan lebih cepat.
Valverde mengakui Madrid memiliki peluang, tetapi mereka tidak mendapatkan kontrol yang diinginkan. Situasi itu membuat tim harus menghadapi tekanan hingga menit-menit akhir.
“Kami punya peluang, tetapi tanpa bermain dengan gaya kami,” kata Valverde. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai pertandingan yang membuat Madrid banyak menderita.
Mourinho juga mengakui bahwa Madrid menghadapi pertandingan yang sulit. Setelah laga, ia menyebut lini tengah timnya lemah dan mengakui Inter memberikan persoalan yang tidak mudah diatasi.
Namun, Mourinho tidak sepenuhnya melihat kemenangan tersebut sebagai hasil yang menipu. Ia menilai Madrid juga menciptakan peluang dan bekerja keras ketika melakukan tekanan kepada lawan. Menurutnya, gol Valverde lahir dari upaya menekan yang memang Madrid latih.
Perbedaan penilaian itu menarik. Mourinho melihat sisi positif dari kerja keras tim, sementara Valverde menyoroti hilangnya kontrol permainan. Keduanya tidak bertentangan sepenuhnya, tetapi menunjukkan bahwa Madrid masih mencari keseimbangan antara agresivitas, penguasaan bola, dan kontrol pertandingan.
Courtois Menjadi Penyelamat
Jika ada satu pemain yang membantu Madrid menjaga hasil positif, nama Courtois sulit diabaikan. Valverde sendiri menyebut kiper Belgia itu tampil luar biasa pada babak pertama.
Courtois membuat tujuh penyelamatan dalam laga tersebut. Penampilan itu menjaga Madrid tetap unggul ketika Inter mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol.
Bagi Mourinho, performa Courtois tidak berarti Madrid hanya bertahan sepanjang pertandingan. Ia justru mengingatkan bahwa ada perbedaan antara tidak menguasai pertandingan dan membiarkan lawan sepenuhnya mengendalikan permainan.
Namun, ketergantungan pada penyelamatan kiper tetap memberi sinyal yang perlu diperhatikan. Tim sebesar Real Madrid tidak bisa terus mengandalkan performa individu ketika struktur permainan kehilangan kendali.
Kemenangan mungkin tetap menjadi tujuan utama, tetapi perjalanan panjang di Liga Champions membutuhkan konsistensi yang lebih tinggi. Lawan berikutnya dapat menghukum kesalahan yang sama jika Madrid tidak segera memperbaikinya.
Kekalahan dari Betis Masih Membayangi
Pertandingan melawan Inter juga datang hanya beberapa hari setelah Madrid menelan kekalahan 0-1 dari Real Betis di LaLiga. Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Madrid sejak Mourinho kembali menangani klub.
Karena itu, kemenangan atas Inter seharusnya menjadi kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan diri. Akan tetapi, performa yang belum stabil membuat hasil tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mengenai perkembangan Madrid di bawah Mourinho.
Sebelum pertandingan Inter, Mourinho sendiri menekankan pentingnya stabilitas dan struktur bagi Madrid. Ia menilai klub membutuhkan fondasi yang kuat untuk mencapai sesuatu yang besar dan tidak ingin membandingkan periode keduanya dengan masa lalu.
Pernyataan itu relevan dengan masalah yang muncul ketika menghadapi Inter. Madrid memang menang, tetapi mereka belum menunjukkan kemampuan mengontrol pertandingan selama 90 menit secara konsisten.
Valverde Mengakui Kecemasan Suporter
Penampilan Madrid juga memengaruhi suasana di tribun. Valverde memahami jika suporter merasa cemas setelah melihat tim kesulitan mempertahankan kontrol permainan.
“Mereka sepenuhnya berhak. Kami harus memperbaiki diri dan segala sesuatunya harus jelas bagi kami,” kata Valverde.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan Madrid tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir. Para pemain juga menyadari adanya jarak antara standar permainan yang mereka inginkan dan penampilan yang mereka tunjukkan di lapangan.
Kemenangan atas Inter memang memberi waktu bagi Mourinho untuk bekerja. Tiga poin juga menghindarkan Madrid dari tekanan hasil buruk pada laga pembuka Liga Champions.
Namun, pertandingan tersebut sekaligus memberi Mourinho bahan evaluasi yang jelas. Madrid perlu memperbaiki penguasaan bola, menjaga ketenangan ketika mendapat tekanan, dan mengurangi ketergantungan pada penyelamatan Courtois.
Mourinho Masih Punya Pekerjaan Besar
Real Madrid kini memiliki kemenangan yang mereka butuhkan, tetapi belum memiliki penampilan yang sepenuhnya meyakinkan. Hasil 2-1 atas Inter menjadi modal, bukan jawaban akhir.
Valverde sudah menyampaikan persoalan dari dalam lapangan: Madrid tidak menjalankan instruksi untuk menguasai bola dan bermain lebih tenang. Mourinho kemudian perlu memastikan kesalahan tersebut tidak kembali muncul ketika tim menghadapi pertandingan dengan tekanan yang lebih besar.
Kemenangan atas Inter juga tidak menghapus kekalahan dari Betis. Dua pertandingan tersebut justru memberikan gambaran bahwa Madrid masih mencari bentuk permainan yang stabil pada awal era kedua Mourinho.
Tiga poin di Liga Champions tentu penting. Tetapi bagi Mourinho, tantangan sebenarnya terletak pada bagaimana mengubah kemenangan yang penuh tekanan menjadi pola permainan yang lebih terkontrol.
Jika Madrid ingin bersaing sampai fase akhir Liga Champions, mereka tidak cukup hanya mengandalkan kualitas individu, kesalahan lawan, atau penyelamatan Courtois. Mereka harus membuat instruksi Mourinho benar-benar hidup di lapangan.
Untuk sementara, Madrid menang. Namun, pengakuan Valverde menunjukkan bahwa pekerjaan Mourinho belum selesai. (sal/IN)














