Sulsel  

Bunda PAUD Sulsel Dorong Masuk SD Tanpa Tekanan Calistung

Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel memperkuat kapasitas guru untuk mendampingi anak memasuki sekolah dasar. Program ini menekankan enam kemampuan fondasi, bukan sekadar keterampilan membaca, menulis, dan berhitung.

Bunda Paud Sulsel
INOVATIF. Bunda PAUD Sulsel memperkuat kapasitas guru untuk mendukung transisi PAUD ke SD tanpa tekanan calistung melalui enam kemampuan fondasi anak.

INSPIRASINUSANTARA.ID — Tekanan agar anak menguasai membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebelum masuk sekolah dasar menjadi perhatian dalam penguatan pendidikan usia dini. Bunda PAUD Sulsel mendorong perubahan pendekatan pembelajaran agar anak dapat memasuki SD tanpa tekanan tes calistung.

Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Sulsel menjalankan program peningkatan kapasitas guru PAUD. Kegiatan ini melibatkan puluhan pendidik dari berbagai kabupaten dan kota.

Program tersebut berfokus pada Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Penyelenggara mengarahkan pendidik untuk membangun pengalaman belajar yang ramah anak dan sesuai tahap perkembangan.

Kegiatan berakhir dengan acara penutupan di Gedung PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Bunda PAUD Sulsel menyampaikan arahan kepada guru, pengurus Pokja Bunda PAUD, dan pemangku kepentingan daerah.

Bunda PAUD Sulsel Tekankan Kesiapan Anak Masuk SD

Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan mengutamakan kesiapan anak secara menyeluruh, bukan hanya kemampuan akademik.

Melalui program ini, Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel berupaya mengubah pendekatan pembelajaran yang menekankan penguasaan calistung secara instan.

Pendidik mendapat penguatan kapasitas untuk memahami kebutuhan perkembangan anak sebelum dan selama masa transisi menuju sekolah dasar.

Bunda PAUD Sulsel menilai pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membangun fondasi perkembangan anak untuk jenjang pendidikan berikutnya.

“Ingat, apa yang kita tanam hari ini akan menjadi masa depan bangsa ke depannya. Jadi, mari kita wujudkan PAUD berkualitas dan transisi PAUD yang menyenangkan demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. Kita tidak cuma berbicara tentang tahun 2045 saja, tetapi juga tahun-tahun selanjutnya,” ujarnya.

Enam Kemampuan Fondasi Jadi Fokus Pembelajaran

Dalam kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, para pendidik mempelajari enam kemampuan fondasi yang perlu berkembang sejak usia dini.

Kemampuan pertama mencakup nilai agama dan budi pekerti, termasuk pembiasaan adab serta sopan santun.

Kemampuan kedua berkaitan dengan keterampilan sosial dan bahasa. Aspek ini membantu anak membangun komunikasi serta hubungan dengan orang lain.

Kemampuan ketiga meliputi kematangan emosi. Pembelajaran pada aspek ini juga mencakup upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Kemampuan keempat berfokus pada kematangan kognitif, sedangkan kemampuan kelima mencakup keterampilan motorik dan kemandirian dalam merawat diri.

Adapun kemampuan keenam menekankan pembentukan sikap positif terhadap proses belajar.

Keenam aspek tersebut menjadi dasar pendekatan pembelajaran yang mempertimbangkan perkembangan anak secara menyeluruh.

Guru dan Orang Tua Berperan dalam Transisi Sekolah

Selain peningkatan kapasitas guru, program ini menekankan kerja sama antara Bunda PAUD, pendidik, dan orang tua.

Bunda PAUD Sulsel menjelaskan bahwa ketiga unsur tersebut memiliki peran berbeda dalam mendukung proses pendidikan anak.

Bunda PAUD menjalankan fungsi penggerak program, guru mendampingi pembelajaran di sekolah, sedangkan orang tua mendukung perkembangan anak di rumah.

“Bunda PAUD adalah penggerak, guru TK adalah pendamping dan pendidik, sedangkan orang tua adalah mitra utama. Ketiganya harus bersinergi agar setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sejak usia dini hingga masuk SD dan jenjang pendidikan selanjutnya,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan pembelajaran antara lingkungan keluarga, PAUD, dan sekolah dasar.

Program Menyasar Guru PAUD di Kabupaten dan Kota

Pokja Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan Sulsel melibatkan puluhan guru PAUD serta pemangku kepentingan dari berbagai daerah.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini bertujuan memperkuat kemampuan pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang sesuai kebutuhan perkembangan anak.

Program juga menempatkan Bunda PAUD di tingkat daerah sebagai penggerak pelaksanaan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

Dalam jangka panjang, program ini diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan PAUD dan kesinambungan pembelajaran menuju SD.

Penerapan enam kemampuan fondasi serta kerja sama guru dan orang tua menjadi bagian dari upaya mendukung kesiapan anak bersekolah. Hasilnya masih memerlukan pemantauan melalui pelaksanaan program di satuan pendidikan. (*/IN)

Banner Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *