IAS Pimpin PORDI Sulsel, Munafri Arifuddin Optimis Makassar Jadi Pusat Pengembangan Olahraga Domino

Munafri Arifuddin
MENDUKUNG. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 yang digelar di Makassar, Rabu (21/1/2026). (foto:ist)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Pengelolaan olahraga berbasis komunitas masih menjadi tantangan di banyak kota, termasuk Makassar. Minimnya pembinaan, stigma negatif terhadap cabang olahraga tertentu, serta keterbatasan ruang kompetisi membuat potensi olahraga rekreasi belum sepenuhnya terkelola sebagai bagian dari pembangunan kota.

Isu tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 yang digelar di Makassar, Rabu (21/1/2026). Pelantikan ini menetapkan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua Pengprov PORDI Sulsel.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai pembentukan kepengurusan PORDI Sulsel menjadi momentum untuk menata domino sebagai olahraga yang terstruktur, terukur, dan berorientasi prestasi. Menurutnya, domino memiliki basis komunitas yang kuat di Makassar dan berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem olahraga kota.

“Domino bukan sekadar permainan hiburan. Di dalamnya ada strategi, kemampuan berpikir, dan pengambilan keputusan cepat. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi olahraga yang membangun karakter dan prestasi,” ujar Munafri Arifuddin.

Munafri menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar membuka ruang dukungan terhadap pengembangan olahraga domino, baik melalui pembinaan atlet, penguatan organisasi, maupun penyelenggaraan kompetisi. Ia juga mendorong agar Makassar diposisikan sebagai lokasi awal penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan PORDI berskala besar.

Menurut Munafri, kehadiran kompetisi resmi tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet, tetapi juga memperkuat fungsi olahraga sebagai ruang interaksi sosial yang positif di tingkat lingkungan dan komunitas.

“Olahraga seperti domino ini hidup di masyarakat. Jika diarahkan dengan regulasi dan pembinaan yang jelas, dampaknya bukan hanya prestasi, tetapi juga kohesi sosial,” katanya.

Ketua Pengprov PORDI Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin menyatakan komitmennya untuk membangun PORDI sebagai organisasi olahraga yang profesional dan inklusif. Ia menegaskan fokus utama kepengurusan adalah konsolidasi organisasi, pembinaan atlet, serta penyelenggaraan kompetisi yang berjenjang.

Ilham menjelaskan bahwa PORDI Sulsel menargetkan penguatan struktur hingga tingkat kabupaten dan kota, serta menjalin koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia menyebut PORDI telah mengantongi rekomendasi dari KONI Pusat sebagai dasar pembinaan organisasi ke depan.

Dalam waktu dekat, PORDI Sulsel akan menyusun program kerja melalui rapat internal. Salah satu agenda utama yang direncanakan adalah penyelenggaraan Liga Domino Sulawesi Selatan yang digelar dalam lima seri pertandingan selama satu tahun, dengan sistem akumulasi poin untuk menentukan wakil Sulsel di tingkat nasional.

Selain itu, PORDI Sulsel juga menyiapkan regulasi pertandingan, sistem perwasitan, serta mekanisme pengawasan untuk meminimalkan praktik kecurangan. Menurut Ilham, profesionalisme kompetisi menjadi syarat utama agar domino diterima sebagai olahraga prestasi.

Bagi Pemerintah Kota Makassar, pengembangan olahraga domino dinilai sejalan dengan upaya memperluas akses olahraga masyarakat dan memperkuat fungsi olahraga sebagai bagian dari pembangunan sosial kota. Munafri Arifuddin menegaskan bahwa tantangan ke depan terletak pada konsistensi pembinaan, kejelasan regulasi, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga agar potensi domino dapat berdampak jangka panjang bagi Makassar. (*/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top