Banner Pajak

Munafri Arifuddin Dorong Makassar Jadi Rujukan Penguatan Kesehatan Anak APEC

Munafri Arifuddin
SAMBUTAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima delegasi peserta workshop di Makassar, Rabu (21/1/2026). (foto:ist)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Kesenjangan kualitas layanan kesehatan anak masih menjadi tantangan serius di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Perbedaan angka kematian bayi, akses layanan dasar, dan kapasitas tenaga kesehatan menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesehatan anak memerlukan kolaborasi lintas negara dan kebijakan berbasis bukti.

Isu tersebut menjadi salah satu latar utama pelaksanaan Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang melibatkan negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan digelar di Makassar pada 20–22 Januari 2026. Kota Makassar dipilih sebagai lokasi pertemuan untuk membahas penguatan kapasitas tenaga kesehatan anak di tingkat komunitas hingga layanan rujukan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan bahwa forum internasional ini relevan dengan tantangan kesehatan yang dihadapi daerah perkotaan, termasuk upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengurangi stunting, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak.

“Forum ini penting karena tidak hanya membahas konsep, tetapi diharapkan melahirkan rekomendasi yang bisa diterapkan langsung untuk memperkuat layanan kesehatan anak, khususnya di Makassar,” ujar Munafri Arifuddin saat menerima delegasi peserta workshop di Makassar, Rabu (21/1/2026).

Munafri menilai kehadiran forum APEC di Makassar menjadi momentum untuk menyelaraskan kebijakan kesehatan daerah dengan praktik terbaik internasional. Menurutnya, penguatan layanan kesehatan anak harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah agar dampaknya berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa rekomendasi yang dihasilkan dari workshop ini perlu menjawab persoalan riil di lapangan, seperti keterbatasan kapasitas tenaga kesehatan, kesenjangan layanan antarwilayah, serta tantangan sanitasi dan kesehatan lingkungan yang berdampak langsung pada anak.

“Pembangunan kesehatan tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan kebijakan sosial dan ekonomi agar hasilnya terasa dalam jangka panjang,” kata Munafri.

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mendukung kolaborasi lintas negara dalam penguatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya pada layanan kesehatan anak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan kesehatan, dan komunitas internasional menjadi kunci menjawab tantangan kesehatan anak ke depan.

Workshop ini merupakan bagian dari agenda APEC yang sejalan dengan Visi Putrajaya APEC 2040 dan Rencana Strategis APEC Health Working Group 2021–2025, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia kesehatan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi kawasan.

Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus sebelumnya menekankan bahwa kesehatan anak masih menjadi tantangan di sejumlah ekonomi anggota APEC. Berdasarkan data World Population Review, angka kematian bayi di Indonesia tercatat 18,9 per 1.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dibandingkan beberapa ekonomi maju di Asia Pasifik.

Ia menyebut investasi berkelanjutan pada pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi, menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan anak.

Workshop yang diikuti sembilan ekonomi anggota APEC ini membahas strategi pengelolaan kesehatan anak berbasis bukti, termasuk penerapan Manajemen Terpadu Penyakit Anak, promosi kesehatan usia dini, dan penguatan peran masyarakat. Rangkaian diskusi diarahkan untuk merumuskan rekomendasi bersama yang dapat diadaptasi sesuai konteks masing-masing daerah.

Bagi Makassar, Munafri Arifuddin menilai forum ini membuka peluang untuk memperkuat kebijakan kesehatan anak berbasis kolaborasi dan pengetahuan global. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan implementasi di tingkat daerah tetap membutuhkan konsistensi kebijakan, dukungan anggaran, dan penguatan kapasitas layanan agar rekomendasi internasional dapat berdampak nyata bagi masa depan kesehatan anak di kota ini. (*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *