Mengapa Bentrokan Remaja Terus Berulang?

JAKARTA,inspirasinusantara.id — Fenomena bentrokan remaja di Indonesia masih terus berulang dan melibatkan pelajar di berbagai wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik di kalangan remaja tidak lagi bersifat insidental, melainkan berkembang menjadi pola yang dipengaruhi perubahan cara berinteraksi.

Sejumlah kasus menunjukkan bahwa bentrokan sering kali dipicu persoalan kecil, seperti ejekan atau perselisihan dalam pergaulan maupun di media sosial. Konflik yang awalnya terbatas kemudian meluas menjadi benturan antarkelompok.

Pengamat sosiologi remaja dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menilai fenomena ini tidak terlepas dari kehidupan remaja yang kini berada di dua ruang sekaligus, yakni fisik dan digital. Konflik di media sosial dapat dengan cepat berpindah ke dunia nyata dan memicu bentrokan.

Menurutnya, kebutuhan akan pengakuan juga menjadi faktor penting. Sebagian remaja memandang keterlibatan dalam konflik sebagai cara menunjukkan eksistensi serta loyalitas terhadap kelompok.

Dalam konteks sosial, kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara nilai yang diajarkan, seperti musyawarah dan toleransi, dengan praktik yang terjadi di lapangan. Nilai penyelesaian konflik secara damai belum sepenuhnya tertanam dalam perilaku sebagian remaja.

Perkembangan media sosial turut mempercepat eskalasi konflik. Provokasi dalam bentuk ejekan atau tantangan dapat dengan cepat menyebar dan memicu reaksi berantai yang berujung pada bentrokan fisik.

Pengamat menilai penanganan selama ini masih berfokus pada tindakan setelah kejadian. Padahal, diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh melalui penguatan lingkungan keluarga, pendidikan karakter di sekolah, serta pengawasan terhadap aktivitas digital remaja.

Selama faktor-faktor tersebut belum ditangani secara komprehensif, bentrokan remaja diperkirakan akan terus berulang dan menjadi tantangan dalam kehidupan sosial di Indonesia.(jmi/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *