JAKARTA,inspirasinusantara.id — Lonjakan harga bahan baku plastik akibat kelangkaan nafta mulai menekan industri manufaktur di Indonesia. Kondisi ini memicu kekhawatiran meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama di sektor padat karya yang bergantung pada plastik sebagai bahan utama produksi.
Nafta merupakan bahan baku penting dalam industri petrokimia untuk menghasilkan polimer seperti polietilena (PE) dan polipropilena (PP). Gangguan pasokan global serta kenaikan harga energi membuat ketersediaannya menurun, sementara harga resin melonjak signifikan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia, Fajar Budiono, menyebut kenaikan harga bahan baku menjadi beban berat bagi industri. Dalam kondisi tersebut, perusahaan terpaksa melakukan efisiensi untuk mempertahankan operasional.
Efisiensi ini kerap berdampak pada pengurangan biaya tenaga kerja. Struktur biaya industri plastik yang sensitif terhadap harga bahan baku membuat perusahaan memiliki ruang terbatas untuk menjaga margin tanpa melakukan penyesuaian operasional.
Tekanan mulai terasa di sektor hilir seperti industri minuman dalam kemasan dan barang konsumsi rumah tangga. Sejumlah pelaku usaha dilaporkan mengurangi kapasitas produksi, menunda ekspansi, hingga mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan tersebut untuk mencegah terjadinya PHK massal. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara perusahaan dan pekerja dalam menghadapi tekanan biaya.
Dampak kenaikan harga plastik tidak hanya dirasakan industri, tetapi juga berpotensi memengaruhi masyarakat luas. Peningkatan biaya produksi dapat mendorong kenaikan harga barang konsumsi, yang pada akhirnya menekan daya beli.
Dalam konteks yang lebih luas, kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku impor seperti nafta. Tanpa penguatan industri petrokimia dalam negeri, gejolak harga global diperkirakan akan terus berulang dan memengaruhi stabilitas industri serta kepastian kerja tenaga kerja di Indonesia.(slv/IN)













