Profil Pacar Jihyo yang Merupakan Atlet Peraih Medali Emas Terbanyak Olimpiade 2018

Jihyo
PACARAN. Jihyo dan Yun Sung Bin yang dikabarkan berpacaran. (foto:IST/instagram)

INSPIRASI NUSANTARA — Jihyo mengejutkan ONCE dengan kabar kencannya dengan atlet Korea Selatan peraih medali emas terbanyak di Olimpiade 2018, Yun Sung Bin.

Jihyo bahkan disebut telah menjalin asmara sejak 2023 lalu.

BACA JUGA: Sinopsis Film “24 Jam Bersama Gaspar”: Kisah Detektif, Balas Dendam, dan Intrik Misteri di Layar Netflix

Pacar Jihyo itu bahkan dikenal sebagai raja skeleton baru di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang tahun 2018 dengan meraih medali emas terbanyak dalam sejarah Olimpiade.

InspirasiNusantara.id mengutip laporan exclusive dari media outlet SWAY yang menyebutkan leader TWICE dan Yun Sung Bin telah berkencan sekitar satu tahun lamanya.

Mantan kekasih dari Kang Daniel dan pria yang pernah mengikut acara Pyhsical 100 season pertama ini berkenalan melalui rekannya dan hubungan di antara mereka berkembang menjadi jalinan asmara.

Media outlet SWAY juga melaporkan bahwa keduanya berkencan di daerah Geumho, daerah yang tak jauh dari distrik Seongdong, Seoul.

BACA JUGA: Film Horor “Kiblat” Tuai Kontroversi, Poster dan Trailer Ditarik dari Peredaran

Tempat tinggal Jihyo dan Yun Sung Bin juga diketahui saling berdekatan sekitar beberapa menit jika berkendara. Lantaran hal itu, keduanya sering berkencan di rumah mereka satu sama lain.

Jihyo dan Yun Sung Bin keduanya suka berolahraga. Yun Sung Bin memberikan bantuan pelatihan kepada Jihyo dan hubungan mereka dari sana berkembang menjadi romantis. Hubungan mereka berkembang dengan cepat karena mereka berdua memiliki banyak kesamaan.

Profil Pacar Jihyo yang Merupakan Atlet Peraih Medali Emas Terbanyak Olimpiade 2018

Dalam cabang balap skeleton, Yun, 23, menyentuh garis finis terdepan dengan selisih waktu 1,63 detik dari peraih perak Nikita Tregubov dari Rusia yang tak mewakili negaranya dan atlet wakil Inggris, Dom Parsons, yang meraih perunggu.

Tak hanya itu, Yun membanggakan negaranya karena satu-satunya atlet dari luar Eropa dan Amerika Utara yang mampu merebut medali emas lain untuk seri pertandingan skeleton Piala Dunia Putaran 2017-2018. (*/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top