inspirasinusantara.id — Ada beberapa perayaan penting pada hari Selasa, 24 Juni salah satunya adalah Hari Bidan Nasional: Penjaga Kehidupan yang Siaga 24 Jam.
Tanggal 24 Juni ternyata menyimpan beragam makna istimewa di berbagai belahan dunia. Dari penghargaan terhadap profesi mulia bidan hingga perayaan budaya kuno Suku Inca,
24 Juni memperingati hari apa saja?
Berikut ini beberapa hari peringatan pada (24/6/2025) :
1. Hari Bidan Nasional: Penjaga Kehidupan yang Siaga 24 Jam
Hari Bidan Nasional diperingati setiap 24 Juni untuk mengenang berdirinya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada tahun 1951. Tahun ini, peringatan menginjak usia ke-74, menjadi momentum penting untuk mengapresiasi dedikasi para bidan yang selalu siaga membantu proses kehamilan, persalinan, hingga pasca melahirkan.
Bidan tidak hanya membantu kelahiran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta melindungi hak kesehatan reproduksi melalui pemberdayaan perempuan dan pelayanan kebidanan yang optimal. Profesi ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian dan keberanian bisa menyelamatkan nyawa.
2. Hari Peri Internasional: Imajinasi yang Sarat Makna
Hari Peri Internasional juga diperingati setiap 24 Juni sebagai bentuk penghargaan terhadap makhluk mitos yang telah mewarnai banyak cerita rakyat di seluruh dunia. Peri sering digambarkan sebagai makhluk bersayap dengan kekuatan magis dan hati yang lembut, menjadi simbol imajinasi yang penuh pesan moral untuk anak-anak.
Baca juga : 23 Juni Memperingati Hari Apa? Berikut Daftarnya!
Setiap budaya memiliki versi peri yang berbeda. Ada yang percaya peri adalah anak-anak Hawa, ada yang menyebut mereka malaikat jatuh, bahkan ada yang menganggapnya sebagai saudara dari elf.
Meski hanya mitos, kisah peri tetap hidup dan memberikan pelajaran tentang kebaikan, harapan, dan keajaiban.
3. Hari Kesetaraan Hubungan Nasional: Menuju Relasi yang Lebih Sehat
Di Amerika Serikat, tanggal 24 Juni dirayakan sebagai Hari Kesetaraan Hubungan Nasional. Peringatan ini digagas oleh pelatih hubungan internasional Dr. Oluwafemi Ogunjinmi pada tahun 2019. Tujuannya adalah untuk mendorong terciptanya hubungan yang sehat dan setara, khususnya dalam hal peran gender.
Momentum ini mengajak setiap pasangan untuk saling mendukung, terbuka dalam komunikasi, serta menumbuhkan rasa hormat dan keseimbangan dalam hubungan. Kesetaraan bukan hanya soal peran, tapi tentang saling memahami dan berjalan berdampingan.
4. Inti Raymi: Festival Matahari yang Sakral di Peru
Di benua Amerika Selatan, tepatnya di Peru, 24 Juni diperingati sebagai Inti Raymi—festival budaya terbesar peninggalan Suku Inca. Perayaan ini merupakan penghormatan kepada Dewa Matahari sekaligus menandai titik balik matahari musim dingin di belahan bumi selatan.
Warga mengenakan pakaian tradisional Inca dan mengikuti prosesi ritual di Kuil Matahari dan Plaza de Armas, diakhiri dengan pertunjukan teater sakral di Benteng Sacsayhuaman. Tak hanya di Peru, Inti Raymi juga dirayakan di negara-negara tetangga seperti Ekuador, Bolivia, dan Chili.
Empat peringatan ini menunjukkan bahwa tanggal 24 Juni bukan hari biasa. Dari profesi yang menyelamatkan jiwa hingga kisah mitos yang membangun nilai, setiap momen punya makna dan inspirasi tersendiri bagi dunia. (*/IN)