Banner Pajak

Kemenkes Siapkan Bedah Ortopedi Berbasis Robot di RSUP Wahidin untuk Tingkatkan Akurasi

RSUP Wahidi Sudirohusodo
SINERGI. Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Prof. Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An-KIC, KAKV bersama jajaran menemui Kementrian Kesehatan. (foto:ist)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Tingginya kebutuhan layanan bedah ortopedi dengan tingkat presisi tinggi masih menjadi tantangan serius dalam sistem layanan kesehatan rujukan, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kasus tulang belakang, sendi, dan cedera kompleks selama ini kerap membutuhkan rujukan ke luar daerah, dengan konsekuensi biaya tinggi, waktu tunggu panjang, dan risiko keterlambatan penanganan.

Dalam konteks tersebut, Kementerian Kesehatan menyiapkan penguatan layanan bedah ortopedi berbasis teknologi robotik di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Fasilitas Robotic Orthopedi Surgery ini dirancang untuk meningkatkan akurasi dan presisi pembedahan ortopedi, sekaligus memperkuat peran rumah sakit vertikal sebagai pusat layanan rujukan.

Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Prof. Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An-KIC, KAKV, menjelaskan bahwa pengadaan teknologi ini merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Menurutnya, sistem robotik akan mendukung berbagai jenis tindakan bedah, seperti pembedahan tulang belakang (spine), pembedahan sendi, hingga prosedur ortopedi kompleks lainnya.

“RSUP Wahidin akan dilengkapi peralatan Robotic Orthopedi Surgery untuk menunjang pelayanan bedah ortopedi. Teknologi ini meningkatkan akurasi atau presisi tindakan pembedahan,” ujar Prof. Syafri saat dihubungi, Selasa malam (20/1/2026).

Penguatan layanan ini terintegrasi dengan keberadaan Orthopedic Center yang berlokasi di lantai 1 Gedung Layanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Wahidin. Pusat layanan ini mengusung konsep one stop service untuk mempersingkat alur pelayanan pasien ortopedi, mulai dari konsultasi, pemeriksaan penunjang, hingga tindakan medis.

Menurut manajemen rumah sakit, kebijakan ini sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan agar rumah sakit vertikal mampu berfungsi sebagai pusat layanan unggulan. Dengan pendekatan tersebut, pasien diharapkan tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan ortopedi dengan tingkat kompleksitas tinggi.

“Sesuai arahan Menteri Kesehatan, rumah sakit vertikal harus menjadi pusat layanan. Artinya, pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat bisa ditangani di sini,” kata Prof. Syafri.

Dari sisi sumber daya manusia, Orthopedic Center didukung oleh dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi dari berbagai subspesialisasi. Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Tulang Belakang, dr. Jainal Arifin, M.Kes., Sp.OT(K), Spine, menyebut layanan mencakup orthopedi tangan dan bedah mikro, cedera olahraga, rekonstruksi panggul dan lutut, orthopedi anak, hingga onkologi dan tulang belakang.

Ia menekankan bahwa penggunaan robot tidak menggantikan peran dokter, melainkan membantu meningkatkan ketepatan tindakan. “Bukan robot yang mengoperasi pasien, tetapi robot membantu meningkatkan akurasi. Tetap dokter ortopedi yang melakukan operasi,” ujarnya.

Ke depan, RSUP Wahidin juga mengembangkan layanan eksekutif lainnya, termasuk layanan ibu dan anak. Namun bagi publik, hal yang perlu dicermati dari pengembangan teknologi robotik ini adalah aksesibilitas layanan, keterjangkauan biaya, serta integrasinya dengan sistem rujukan BPJS Kesehatan.

Tanpa pengaturan yang jelas, inovasi teknologi berisiko hanya dinikmati kelompok tertentu. Sebaliknya, jika dikelola dengan baik, kehadiran Robotic Orthopedi Surgery di RSUP Wahidin dapat menjadi langkah penting pemerataan layanan kesehatan spesialistik dan mengurangi ketergantungan rujukan ke luar wilayah Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur. (*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *