Banner Pajak
Budaya  

PBN FIB Unhas Bawa Kampanye Budaya ke Ruang Digital

Pekan Budaya Nasional 2026 FIB Unhas mengajak mahasiswa se-Indonesia menggunakan karya kreatif untuk memperkuat pelestarian budaya. Kompetisi video kampanye menjadi ruang untuk membawa isu budaya ke tengah masyarakat digital.

EDUKATIF. Wakil Dekan I FIB Unhas, Dr Ilham memaparkan tentang PBN 2026 beberapa waktu lalu. (foto:ist)

INSPIRASINUSANTARA.ID — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia ikut memperkuat kampanye kebudayaan melalui ruang digital. Ajakan itu hadir melalui Pekan Budaya Nasional (PBN) 2026 yang membuka sejumlah kompetisi bagi mahasiswa.

Pendaftaran PBN 2026 berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 September 2026. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan tentang kebudayaan melalui karya kreatif.

Salah satu cabang yang mendapat perhatian khusus ialah Lomba Video Kampanye Kebudayaan Tingkat Nasional. FIB Unhas menghadirkan lomba tersebut untuk menjawab tantangan pelestarian budaya di tengah perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan perubahan gaya hidup.

Kampanye Kebudayaan Menjangkau Ruang Digital

Perubahan pola komunikasi masyarakat ikut mengubah cara generasi muda mengenal kebudayaan. Konten digital kini menjadi salah satu medium untuk menyampaikan gagasan kepada publik secara cepat dan kreatif.

Kondisi itu membuka peluang bagi kampanye kebudayaan untuk hadir melalui video. Mahasiswa dapat mengemas isu budaya dalam bentuk audio visual yang lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat saat ini.

Karena itu, FIB Unhas tidak hanya mendorong peserta menampilkan keragaman budaya Indonesia. Panitia juga membuka ruang untuk mengangkat persoalan yang berkaitan langsung dengan keberlanjutan kebudayaan.

Peserta dapat membahas pelestarian warisan budaya, pemberdayaan masyarakat adat, dan penguatan identitas lokal. Selain itu, mereka dapat mengangkat ekonomi kreatif berbasis budaya serta pemanfaatan kebudayaan untuk pembangunan berkelanjutan.

Ragam isu tersebut membuat kompetisi video tidak berhenti pada aspek visual. Mahasiswa juga perlu melihat persoalan budaya secara lebih luas dan menyampaikannya melalui gagasan yang mudah dipahami masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, ruang digital dapat menjadi tempat untuk memperkenalkan kembali nilai budaya kepada generasi muda. Konten yang kreatif juga dapat membantu masyarakat mengenali kekayaan budaya dari berbagai daerah.

FIB Unhas Ajak Mahasiswa Berkarya

Wakil Dekan I FIB Unhas, Dr. Ilham, mengatakan PBN 2026 memberi ruang kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Mereka dapat menuangkan gagasan, kreativitas, dan kepedulian terhadap kebudayaan melalui karya audio visual.

“PBN akan memperlombakan kategori Video Kampanye Kebudayaan Tingkat Nasional Tahun 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan, kreativitas, dan kepeduliannya terhadap kebudayaan melalui karya audio visual yang inovatif,” ujar Ilham.

Menurut Ilham, kompetisi tersebut juga dapat mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Pertemuan itu membuka peluang kolaborasi dan pertukaran gagasan mengenai kebudayaan.

Selanjutnya, karya peserta diharapkan mampu menginspirasi masyarakat. Tujuannya ialah mendorong publik mengenali, menghargai, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

Upaya tersebut menjadi penting karena pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda. Mahasiswa dapat mengambil peran melalui gagasan yang mereka kembangkan dan cara komunikasi yang mereka kuasai.

Di sisi lain, media digital memberi ruang yang luas untuk menyebarkan pesan budaya. Karena itu, mahasiswa dapat menggunakan kreativitas mereka untuk menjembatani kebudayaan dengan kehidupan masyarakat modern.

PBN 2026 Buka Kompetisi Nasional dan Regional

PBN 2026 membagi kompetisi ke dalam dua kategori. Kategori pertama mencakup kompetisi tingkat nasional yang terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Pada tingkat nasional, panitia membuka tiga cabang. Ketiganya terdiri atas Lomba Cerita Pendek, Esai Kebudayaan, dan Video Kampanye Kebudayaan.

Sementara itu, kategori kedua mencakup kompetisi tingkat regional. Kategori ini khusus bagi mahasiswa dari perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Kompetisi regional mencakup Musikalisasi Puisi, Solo Pop, dan Tari Kontemporer. Dengan pembagian tersebut, PBN memberi ruang bagi karya budaya dalam berbagai bentuk.

Peserta harus berstatus mahasiswa aktif pada jenjang Diploma atau Sarjana. Mereka dapat menunjukkan status tersebut melalui Kartu Tanda Mahasiswa atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku.

Syarat tersebut berlaku untuk peserta sesuai dengan kategori kompetisi masing-masing. Mahasiswa dari luar Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dapat mengikuti cabang tingkat nasional.

Tahapan Pendaftaran Berlangsung Secara Daring

Panitia membuka pendaftaran sekaligus pengumpulan karya pada 20 Juli hingga 20 September 2026. Peserta mengikuti tahapan awal melalui mekanisme daring.

Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia melanjutkan proses dengan seleksi administrasi. Dewan juri kemudian melakukan penilaian dan kurasi karya pada 21–30 September 2026.

Panitia menjadwalkan pengumuman finalis seluruh cabang pada 5 Oktober 2026. Setelah itu, peserta terpilih mengikuti rangkaian kegiatan puncak di Universitas Hasanuddin.

Sekretaris Panitia PBN 2026, Alung, menjelaskan kegiatan puncak akan berlangsung secara luring pada 25–28 Oktober 2026. Rangkaian tersebut mempertemukan finalis dari berbagai cabang kompetisi.

Panitia mengawali kegiatan dengan registrasi ulang finalis dan technical meeting. Selanjutnya, peserta dan pengunjung dapat mengikuti pembukaan Pameran Budaya.

Karya Budaya Dipertemukan dengan Pameran

Rangkaian PBN 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi. Panitia juga menyiapkan Pameran Budaya dan Bedah Karya Literasi.

Pada 26 Oktober, Opening Ceremony menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Panitia juga melanjutkan Pameran Budaya dan Bedah Karya Literasi pada hari tersebut.

Kemudian, pada 27 Oktober, panitia menggelar screening Video Kampanye Kebudayaan. Pada hari yang sama, finalis Solo Pop, Tari Kontemporer, dan Musikalisasi Puisi mengikuti babak final.

Rangkaian tersebut memperlihatkan hubungan antara karya digital dan kegiatan budaya secara langsung. Video kampanye tidak hanya hadir sebagai karya kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan kebudayaan yang mempertemukan mahasiswa dan masyarakat.

Selanjutnya, Malam Anugerah PBN 2026 akan menutup seluruh rangkaian pada 28 Oktober. Panitia akan menyerahkan penghargaan kepada pemenang kompetisi nasional dan regional.

Panitia juga menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah untuk para pemenang. Hadiah tersebut mencakup seluruh cabang kompetisi yang masuk dalam PBN 2026.

Mahasiswa Membawa Isu Budaya ke Generasi Digital

PBN 2026 menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap kebudayaan. Posisi tersebut menjadi semakin relevan ketika perubahan teknologi ikut memengaruhi cara generasi muda berinteraksi dengan informasi.

Melalui video kampanye, mahasiswa dapat mengubah isu budaya menjadi pesan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka juga dapat menggunakan kreativitas untuk menjelaskan persoalan yang mungkin selama ini hanya muncul dalam ruang diskusi terbatas.

Misalnya, isu masyarakat adat dapat hadir melalui cerita tentang kehidupan dan tantangan komunitas. Begitu pula identitas lokal dapat mahasiswa angkat melalui kekayaan tradisi, bahasa, kesenian, atau praktik budaya yang hidup di masyarakat.

Selain itu, ekonomi kreatif berbasis budaya dapat menjadi tema yang menghubungkan tradisi dengan peluang masa depan. Pendekatan tersebut membantu melihat budaya sebagai sumber pengetahuan, kreativitas, dan inspirasi.

Namun, kampanye budaya tetap membutuhkan pemahaman terhadap konteks. Konten yang menarik perlu menjaga substansi agar pesan pelestarian tidak kehilangan makna ketika masuk ke ruang digital.

Karena itu, kompetisi PBN 2026 dapat menjadi ruang latihan bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar membuat karya, tetapi juga belajar menyusun pesan budaya untuk masyarakat yang lebih luas.

PBN Unhas Dorong Gerakan Kebudayaan

Ilham berharap PBN 2026 mampu mendorong kolaborasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kerja sama tersebut dapat memperluas gagasan mengenai cara generasi muda memandang kebudayaan Indonesia.

Pada saat yang sama, karya mahasiswa dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk kembali memperhatikan keberagaman budaya. Pesan tersebut menjadi semakin penting ketika budaya menghadapi perubahan akibat globalisasi dan perkembangan gaya hidup.

PBN juga membuka kemungkinan munculnya pendekatan baru dalam kampanye kebudayaan. Kreativitas mahasiswa dapat mempertemukan nilai tradisi dengan teknologi tanpa harus menghilangkan identitas yang melekat pada kebudayaan.

Alung berharap kegiatan tersebut melahirkan karya kreatif yang memperkuat kesadaran masyarakat. Ia juga berharap peserta menjadikan kebudayaan sebagai sumber inspirasi untuk membangun masa depan bangsa.

Pada akhirnya, PBN FIB Unhas 2026 membawa kampanye kebudayaan ke ruang yang semakin dekat dengan generasi muda. Video, tulisan, musik, dan tari menjadi medium untuk memperkenalkan kembali keberagaman Indonesia.

Ruang digital pun tidak hanya menjadi tempat menyebarkan konten. Melalui karya mahasiswa, ruang tersebut dapat berkembang menjadi arena untuk berdiskusi, mengenali identitas lokal, dan membangun kepedulian terhadap kebudayaan.

Dengan cara itu, kampanye budaya tidak berhenti pada perayaan sesaat. Mahasiswa dapat mengambil peran dalam menjaga agar kebudayaan tetap dikenal, dihargai, dan berkembang di tengah perubahan zaman. (sal/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *