
INSPIRASINUSANTARA.ID — Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pemantapan exhibition pada Kamis, 11 Juni 2026. Rapat berlangsung di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar dan dipimpin oleh sekretaris dinas.
Melalui agenda ini, pemerintah kota ingin memperluas promosi potensi ekonomi Makassar. Namun, menarik perhatian investor membutuhkan lebih dari sekadar memperkenalkan proyek. Informasi mengenai peluang bisnis, kesiapan produk, dan kemudahan berusaha juga perlu disampaikan secara jelas.
Empat Klaster yang Disiapkan DPMPTSP Makassar
DPMPTSP Makassar menyiapkan empat klaster utama untuk ditampilkan dalam exhibition IGS 2026. Masing-masing memiliki fungsi untuk memperkenalkan potensi ekonomi kota kepada calon investor.
Klaster pertama adalah peta peluang investasi. Bagian ini akan menampilkan proyek-proyek strategis yang ditawarkan kepada investor melalui skema kerja sama.
Klaster kedua berfokus pada sektor unggulan yang memiliki potensi komersial. Sektor yang disiapkan meliputi industri maritim, logistik, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Selanjutnya, klaster ketiga menghadirkan galeri produk unggulan daerah. Produk yang ditampilkan berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah melalui proses kurasi dan memiliki kualitas ekspor.
Klaster keempat memuat informasi mengenai kemudahan dan insentif investasi di Kota Makassar. DPMPTSP juga menyiapkan layanan konsultasi terkait regulasi, perizinan, serta berbagai kemudahan berusaha.
Keempat klaster tersebut mempertemukan beberapa kebutuhan dalam promosi investasi. Calon investor dapat mengenali proyek yang ditawarkan, mempelajari sektor potensial, melihat produk lokal, dan memperoleh informasi awal mengenai proses berusaha.
Peluang UMKM Makassar Menjangkau Pasar Internasional
Kehadiran galeri produk UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam pameran ini. Produk lokal yang telah dikurasi akan diperkenalkan kepada calon investor dan mitra internasional.
Bagi pelaku usaha, ruang promosi seperti ini dapat membuka kesempatan untuk membangun jaringan bisnis. Produk lokal juga berpeluang mendapat perhatian dari mitra yang mencari pemasok atau peluang kerja sama.
Meski demikian, produk yang dipamerkan belum tentu langsung menghasilkan transaksi ekspor. Peluang tersebut tetap membutuhkan tindak lanjut, kesesuaian dengan kebutuhan pasar, serta kemampuan pelaku usaha memenuhi permintaan.
Karena itu, pengenalan produk perlu berjalan bersama upaya membangun hubungan bisnis. Hasil promosi baru dapat dinilai lebih jauh ketika muncul kerja sama konkret atau akses pasar yang benar-benar terbuka.
DPMPTSP Makassar Perkuat Koordinasi Investasi
Selain menyiapkan materi pameran, DPMPTSP Makassar memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah dan para pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan agar exhibition IGS 2026 dapat menyajikan informasi yang lengkap dan memberikan gambaran positif kepada calon investor.
Sekretaris DPMPTSP Kota Makassar menyebut agenda tersebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat citra Makassar sebagai kota yang terbuka dan kompetitif bagi investasi serta kerja sama internasional.
Pemerintah Kota Makassar berharap persiapan dan kolaborasi lintas sektor dapat menarik minat investor global. Agenda ini juga diharapkan membuka peluang kemitraan strategis dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Namun, minat investor dan realisasi investasi merupakan dua hal berbeda. Keberhasilan pameran nantinya perlu dilihat dari tindak lanjut yang terukur, mulai dari komunikasi bisnis hingga terwujudnya kerja sama.
Laporan Sulsel Pasti yang terbit pada 11 Juni 2026 belum mencantumkan target nilai investasi, jumlah investor yang akan hadir, atau proyeksi transaksi dari exhibition IGS 2026.
Dengan demikian, persiapan DPMPTSP Makassar menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kota ke jaringan internasional. Dampak akhirnya akan bergantung pada kemampuan mengubah promosi menjadi kemitraan dan kegiatan usaha yang nyata. (*/IN)














