IN, MAKASSAR – Rematik atau rheumatoid arthritis merupakan kondisi yang disebabkan oleh reaksi autoimun, yaitu ketika sistem imun tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Pada kasus rematik, sistem imun menyerang sel-sel persendian, seringkali terjadi di pergelangan kaki, tangan, dan lutut.
Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI, rematik cenderung menyerang wanita berusia 40-60 tahun, dan biasanya menyerang sendi yang sama secara simetris di kedua sisi tubuh. Kadang-kadang, nyeri akibat rematik sering kali disalahartikan sebagai tanda penuaan dan sering diabaikan.
Gejala rematik umumnya dicirikan oleh peradangan dan timbulnya rasa nyeri pada sendi. Namun, selain dua tanda tersebut, terdapat beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan dalam rematik.
Namun, selain rasa nyeri, ada beberapa gejala rematik lain yang perlu diperhatikan, terutama oleh wanita:
1. Gejala Rematik, Kekakuan Sendi
Kekakuan pada sendi adalah gejala umum rematik yang sering muncul bersamaan dengan nyeri. Kekakuan ini bisa terjadi saat bangun tidur di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu yang lama. Jika tidak diatasi, keadaan ini dapat memengaruhi ligamen dan tendon, membuat gerakan sendi sulit.
2. Gejala Rematik, Pembengkakan Kaki
Gejala rematik juga dapat berupa pembengkakan di kaki. Pembengkakan ini disebabkan oleh peradangan yang meningkatkan produksi cairan sinovial di sendi kaki. Cairan sinovial berfungsi sebagai pelumas dan penyerap kejut untuk mempermudah gerakan tubuh, tetapi jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan pembengkakan pada sendi kaki.
3. Gejala Rematik, Kesemutan
Peradangan akibat rematik juga dapat menyebabkan sensasi kesemutan. Ini terjadi ketika peradangan mulai memengaruhi pembuluh darah dan saraf di sekitarnya, bahkan dapat menjalar hingga ke betis meskipun radang sendi terjadi di kaki.
4. Gejala Rematik, Kelelahan
Rematik disebabkan oleh aktivitas sistem imun yang menyerang sel-sel sehat di persendian, sehingga menyebabkan peradangan. Tubuh yang berjuang melawan peradangan ini dapat mengakibatkan kelelahan yang signifikan.
5. Gejala Rematik, Mulut Kering
Meskipun mulut kering adalah kondisi umum, jika tidak hilang setelah minum, ini bisa menjadi pertanda rematik. Kondisi ini, disebut xerostomia, terjadi karena kelenjar ludah tidak dapat memproduksi cukup air liur untuk menjaga kelembaban mulut.
6. Gejala Rematik, Depresi
Menurut Mayo Clinic, orang yang menderita rematik memiliki risiko tinggi mengalami depresi. Meskipun hubungan antara keduanya belum sepenuhnya dipahami, depresi yang tidak diatasi dapat memperburuk gejala rematik dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lainnya.
Wanita perlu memahami bahwa selain nyeri, gejala-gejala lain ini dapat menjadi indikasi rematik dan perlu mendapatkan perhatian medis yang tepat.














