MAKASSAR,inspirasinusantara.id — Ketimpangan sosial dan kebutuhan perlindungan bagi kelompok rentan masih menjadi perhatian dalam pembangunan perkotaan, termasuk bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan panti asuhan. Momentum Ramadan kerap dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus memastikan perhatian publik terhadap kelompok yang membutuhkan tetap terjaga.
Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin menggelar kegiatan “Sehari Bersama Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa” yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta peringatan Nuzulul Qur’an di halaman Masjid Al-Markaz Al Islami Makassar, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 76 panti asuhan dari seluruh Kota Makassar dengan total peserta mencapai 3.152 orang, terdiri atas 2.829 anak panti asuhan serta 152 pembina dan pengurus panti, termasuk para pendamping.
Dalam kegiatan itu, pemerintah kota juga menyalurkan santunan dan infaq kepada anak-anak panti asuhan serta masyarakat dhuafa sebagai bagian dari program kepedulian sosial selama Ramadan.
Munafri Arifuddin mengatakan Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Ini adalah sebuah kegiatan yang memberikan dua hubungan yang kita laksanakan, yaitu hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan pencipta. Hablum minannas dan hablum minallah yang kita bangun bersama,” ujar Munafri.
Ia menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh warga, termasuk anak-anak panti asuhan, merasakan kehadiran negara tanpa memandang latar belakang sosial.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang memperkuat empati dan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperlihatkan bahwa pemerintah kota berupaya hadir bagi seluruh kelompok warga.
“Hari ini Pemerintah Kota Makassar hadir bersama anak-anak kita, keluarga besar panti asuhan, untuk saling berbagi, membangun empati, dan memperkuat ukhuwah,” katanya.
Munafri juga menekankan bahwa anak-anak yang tumbuh di lingkungan panti asuhan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan masa depan yang layak.
“Anak-anak panti hari ini tidak boleh menjadi anak-anak yang terabaikan oleh pemerintah. Mereka juga punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, penghidupan yang layak, dan perhatian dari pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap perhatian kepada anak-anak panti dapat membuka peluang lahirnya generasi yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Biarkan anak-anak panti ini juga punya cita-cita yang tinggi dan harapan besar untuk ikut melaksanakan pembangunan yang ada di Kota Makassar,” kata Munafri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menilai peringatan Nuzulul Qur’an dalam momentum Ramadan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Aliyah, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat persatuan masyarakat serta membangun kehidupan kota yang lebih harmonis dan penuh kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar, jajaran kepala perangkat daerah, serta camat dan lurah di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Melalui kegiatan sosial berbasis keagamaan ini, pemerintah kota berupaya memperkuat jaringan solidaritas sosial di tingkat lokal. Dalam jangka panjang, pendekatan tersebut diharapkan mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat Kota Makassar.(*/IN)













