Banner Pajak
Ragam  

Hari Penjaga Hutan Sedunia 31 Juli: Peran dan Pentingnya

31 Juli
PENGINGAT. 31 Juli memperingati hari penjaga hutan sedunia. (foto:ist)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Hari Penjaga Hutan Sedunia diperingati setiap 31 Juli sebagai bentuk penghormatan terhadap para penjaga hutan yang bekerja melindungi kawasan konservasi. Di balik peringatan tahunan ini, terdapat kisah tentang pengabdian, risiko, dan upaya meningkatkan kepedulian publik terhadap profesi yang kerap luput dari perhatian.

Lalu, mengapa Hari Penjaga Hutan Sedunia masih relevan untuk diperingati hingga saat ini?

Mengapa Hari Penjaga Hutan Sedunia Diperingati?

Mengutip National Today, peringatan ini berawal pada 2004 ketika pembuat film dokumenter sekaligus konservasionis Sean Willmore melihat masih rendahnya penghargaan terhadap para penjaga taman dan penjaga hutan di berbagai negara. Mereka menjalankan tugas menjaga kawasan konservasi, tetapi menghadapi berbagai risiko yang belum banyak diketahui masyarakat.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Willmore memulai perjalanan untuk mengangkat kisah para penjaga hutan ke ruang publik. Tujuannya bukan hanya mendokumentasikan pekerjaan mereka, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga hutan membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.

Bagaimana Kisah Itu Dikenalkan kepada Dunia?

Sebagai seorang penjaga hutan, Sean Willmore menghabiskan hampir satu tahun mewawancarai para penjaga hutan di 23 negara. Hasil perjalanan tersebut kemudian dituangkan dalam film dokumenter The Thin Green Line, yang menampilkan kisah pelayanan dan pengorbanan para penjaga hutan saat menjalankan tugas.

Sejak tayang perdana pada 2007, film tersebut telah ditonton di lebih dari 50 negara. Kehadirannya tidak hanya memperkenalkan kehidupan para penjaga hutan kepada masyarakat dunia, tetapi juga membantu memulihkan martabat, kebanggaan, dan harapan bagi mereka yang menjalankan profesi tersebut.

Apa Dampak dari Gerakan Ini?

Dampak dari film dokumenter itu berkembang menjadi gerakan yang lebih luas melalui berdirinya. The Thin Green Line Foundation. Organisasi ini kemudian menjadi badan amal resmi International Ranger Federation (IRF) yang didirikan pada 1992.

Kedua organisasi tersebut bekerja sama memberikan dukungan kepada keluarga penjaga hutan yang gugur maupun mengalami luka saat bertugas. Bentuk dukungan ini menunjukkan bahwa profesi penjaga hutan memiliki risiko yang sebanding dengan profesi lain yang bertugas melindungi masyarakat, seperti petugas kepolisian maupun pemadam kebakaran.

Mengapa Dukungan Masyarakat Menjadi Penting?

Peringatan Hari Penjaga Hutan Sedunia tidak hanya ditujukan kepada para penjaga hutan, tetapi juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Multazam, seorang pecinta alam, menilai perlindungan hutan membutuhkan dukungan bersama. Menurutnya, masyarakat memiliki peran untuk menghargai dan mendukung tugas para penjaga hutan.

“Kita sebagai pecinta alam yang pastinya kita harus peduli terhadap lingkungan dan mendukung para penjaga hutan dalam menjalankan tugas mereka agar hutan selalu dilindungi dengan baik,” ujar Multazam.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa menjaga hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas di lapangan, melainkan juga membutuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Mengapa Peringatan Ini Masih Relevan?

Di tengah krisis iklim dan ancaman kepunahan massal yang mengancam bumi, peran penjaga hutan menjadi semakin penting. Mereka berada di garis depan dalam menjaga ekosistem yang menjadi penyangga kehidupan.

Namun, peringatan Hari Penjaga Hutan Sedunia juga mengingatkan bahwa perlindungan hutan tidak cukup hanya mengandalkan para penjaga hutan. Kesadaran masyarakat untuk menghargai peran mereka menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, Hari Penjaga Hutan Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini mengajak masyarakat melihat bahwa keberlangsungan hutan bergantung pada kerja sama berbagai pihak. Pertanyaannya, sejauh mana kepedulian terhadap para penjaga hutan dapat terus tumbuh agar upaya menjaga ekosistem tetap berlanjut bagi generasi mendatang?

Penulis: Ummul Haer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *