Binte Luwu Utara Bertahan sebagai Kuliner Sehat Musim Hujan

LUWU UTARA ,inspirasinusantara.id— Binte, kuliner tradisional berbahan dasar jagung dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, masih dikonsumsi masyarakat pedesaan sebagai makanan hangat saat musim hujan, meski jarang mendapat sorotan media maupun promosi kuliner daerah.

Binte Luwu Utara diolah dari jagung tua yang ditumbuk kasar, kemudian dimasak bersama kelapa parut, daun aromatik, dan rempah sederhana. Hidangan ini biasanya disajikan hangat dan dikonsumsi tanpa tambahan daging, menjadikannya sumber karbohidrat dan serat alami.

Berbeda dengan binte yang dikenal di wilayah lain, versi Luwu Utara cenderung mempertahankan cita rasa asli jagung tanpa kuah berlebihan. Proses memasak dilakukan perlahan hingga tekstur lembut namun tetap berbutir, kemudian disantap sebagai makanan utama atau pengganti nasi.

binte termasuk makanan sehat karena minim minyak dan tidak melalui proses pengolahan berulang. Kandungan serat jagung juga dinilai baik untuk menjaga pencernaan di tengah cuaca lembap Hingga kini, binte masih bertahan sebagai makanan rumahan dan jarang dijumpai di rumah makan atau agenda promosi kuliner daerah. Generasi muda di perkotaan Luwu Utara pun mulai jarang mengenal proses pengolahannya.

Meski demikian, masyarakat setempat berharap kuliner tradisional seperti binte tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas pangan lokal, terutama karena relevan dikonsumsi saat musim hujan dan perubahan cuaca ekstrem.(yy/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *