Palopo,inspirasinusantara.id-Kue bagea kembali menjadi pilihan camilan masyarakat Sulawesi Selatan, terutama saat musim hujan. Kue tradisional berbahan dasar sagu ini dikenal memiliki tekstur keras di luar namun lembut setelah dikunyah, serta daya tahan yang lama tanpa bahan pengawet.
Bagea diproduksi dan dikonsumsi di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, terutama di kawasan pesisir dan wilayah yang memiliki akses bahan baku sagu. Kue ini umumnya disajikan sebagai pendamping minuman hangat seperti teh atau kopi, sehingga cocok dikonsumsi saat cuaca dingin.
Secara bahan, bagea dibuat dari sagu, telur, gula, dan kacang tanah atau kenari sebagai isian. Proses pembuatannya relatif sederhana, namun membutuhkan ketelatenan agar adonan matang merata dan tidak terlalu keras.
Hingga kini, produksi bagea masih didominasi skala rumah tangga. Meski belum banyak terekspos secara nasional, pelaku usaha berharap kue tradisional ini mendapat perhatian lebih sebagai bagian dari kekayaan kuliner Sulawesi Selatan yang layak dilestarikan dan dikembangkan.(yy/IN)